Afa Tewas diduga Menjadi Korban Perampokan

Tempat Kejadian

MELAWI, SKR.COM – Senin malam, (16/5) sekitar pukul 09.30 WIB, warga di Jalan Sirtu Dusun Natai Mawang, Desa Tanjung Tengang dihebohkan dengan penemuan mayat seorang warga bernama Afa alias Paku (56), warga Gang Gawi Desa Tanjung Niaga Kecamatan Nanga Pinoh. Saat ditemukan, korban dengan kondisi setengah terlungkup ke selokan di belakang rumah milik Ajin, di jalan Sirtu, dengan kondisi fisik korban yang hanya menggenakan celana pendek tanpa baju, terdapat bekas tusukan dibagian dada kanan dan kiri.

Pemilik rumah, Ajin, mengatakan penemuan mayat itu pertama kali ditemukan oleh saudara dan istrinya. Sementara dirinya pada saat penemuan tidak berada di tempat, karena masih mencari kodok di belakang rumah temannya yang juga masih di jalan Sirtu.

Sesuai cerita Istrinya, Ajin menceritakan kisah penemuan mayat tersebut. Sekitar pukul 20.00 WIB, ada sebuah motor yang bunyinya melenting seperti motor ninja bolak balik didepan rumah.

“Pada saat itu saya sudah tidak ada di rumah, saya sudah kerumah teman saya si Is untuk mencari kodok, dan rumah saya kunci dari luar,” jelasnya.

Mendengar suara motor tersebut, lanjut Ajin, istrinya yang diketahui bernama Diah yang memang berada didalam rumah mengintip dari kaca jendela. Terlihat ada helm di atas meja santai warung saya di depan, kemudian melihat seseorang kurus tinggi tidak memakai baju (diri-diri korban, red) menadah air hujan dengan tangannya.

“Jadi firasat istri saya orang yang berteduh. Tapi sehabis nyuci tangan, orang tak berbaju tadi nyelonong dari pinggir rumah sebelah kanan menuju ke belakang rumah. Melihat hal itu Istri saya pensaran, istri saya lansung mengintip dari kaca jendela dapur. Tiba-tiba melihat ada satu orang lagi didapur. Karena melihat itu, istri saya lansung takut dan masuk ke dalam kamar,” jelasnya.

Karena takut, Istri Ajin lansung mencpoba mencari bantuan dengan menelpon adiknya Ajin yang berada di pasar, serta tetangga depan rumah, untuk menjaganya dari luar rumah, sampai keluarganya (adik Ajin, red) datang dari pasar.

“Karena takut, istri sayapun coba menelpon adik saya, karena pada saat itu saya tidak bawa handpon. Setelah itu istri saya menelpon tetangga depan untuk menjaganya di depan pintu, karena pintu depan tidak bisa dibuka karena dikunci saya dari luar, sementara mau kekuar dari dapur takut. Jadi setelah tetangga depan duduk di teras luar, helm tadi sudah tidak ada,” jelasnya.

Setelah Adik si Ajin datang dari Pinoh, lansung menbawa tetangga yang menunggu di depan melihat ke belakang, dan ketika dilihat, dan disenter, ternyata melihat seseorang sudah tergeletak setengah terlungkup ke selokan.

“Nah, saya baru dengar teriakan dari adik saya ketika mereka sudah melihat korban tergeletak tadi. Adik saya berteriak memanggil saya sambil mengatakan ada masalah ini. Merasa ada yang tidak beres, Sayapun lansung bergegas pulang, dan kaget melihat seorang tak bernyawa tergelak dibelakang rumah saya,” katanya.

Kemudian Ajin lansung menghubungi pihak kepolisian, serta menelpon petugas RT, Desa, hingga kerumunan warga pun menjadi sangat ramai melihat penemuan mayat tersebut. “Sampai Kapolres dan kasat Reskrim datanglah, baru mayat itu diangkat, sebelumnya mana ada yang berani mengangkatnya bang,” cerita Ajin.

Sementara Kasat reskrim Melawi, AKP Siswadi mengatakan hal yang sama dengan apa yang diceritakan Ajin, yang didengarnya kansung dari cerita si Diah. Baru melihat mayat korban dibelakang rumah ketika keluarga mendatanginya.

“Ibu Diah ini sempat mendengar suara gerebak geerebuk dibelakang, sehingga Ia berlari ketakutan masuk ke kamar, hingga keluarga dan tetangganya datanglah Iya baru berani membuka ointu dapur melihat ke belakang, dan ternyata sudah ada bayat,” jelasnya

Siswadi mengatakan, saat inim Indikasi sementara korban dibunuh dan dirampok. Sebab sehari-harinya, diketahui korban sering membawa banyak uang kemana-mana di saku celananya. “Ditubuh korbanpun terdapat bekas tusukan di dada kiri dan kanan, serta saku celananya yang biasa tempatnya menyimpan uang disayat. Uang korban juga tidak ada,”terangnya.

Hingga saat ini, pihak Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, dan akan melakukan aotopsi terhadap jenazah korban. “kami sedang mencari siapa pelakunya, dan terhadap jenazah korban kami juga kan melakukan aotopsi,” pungkasnya. (Irawan)

Posting Terkait