www.suarakapuasraya.com

Terdepan dalam Informasi

Berharap Pelayanan Listrik Normal Saat Ramdhan

Berharap Pelayanan Listrik Normal Saat Ramdhan
Jpeg

MELAWI, SKR.COM – Belakangan ini, pemadaman listrik sering terjadi secara tiba-tiba, dimana membuat keresahan bagi masyarakat, terlebih akibat pemadaman tersebut sering membuat peralatan elektronik rusak. Berkaitan dengan pemadaman listrik tersebut, Anggota DPRD Melawi, Nur Ilham berharap agar pelayanan listrik selama bulan suci ramadhan, bisa berjalan normal.

“Kita berharap kepada PLN Rayon Nanga Pinoh, pada bulan puasa ramadhan ini tidak ada pemadaman listrik. Seperti kita ketahui, selama ini listrik sering mati di waktu siang maupun malam hari. Kita minta kepada PLN untuk pelayanan listrik ini selama puasa tidak ada pemadaman,” ungkap Nur Ilham, Kamis (17/5).

Menurutnya, jika pelayanan listrik berjalan normal, secara otomatis distribusi air PDAM juga berjalan dengan normal.

“jika pelayanan listrik atau air bersih terganggu, hal itu akan menganggu aktivitas warga untuk melaksanakan ibadah puasa, mulai dari sahur, buka puasa, ibadah taraweh, tadarus hingga kembali sahur,” ungkapnya.

Legislator PKB ini mengaku, hampir setiap tahun terkait tidak stabilnya listrik pada bulan ramadhan, terlebih saat jelang buka puasa dan saat pelaksanaan ibadah shalat trawih. Oleh karena itu Ilham berharap bulan puasa tahun ini pengalaman pahit tahun-tahun sebelumnya tidak terjadi lagi.

“Karena rakyat juga membayar listrik, konsumennya rakyat, walaupun listrik mati rakyat tetap membayar penuh, maka PLN harus konsekuen dan bertanggung jawab. Termasuk Penerangan Jalan Umum (PJU) dalam kota di Melawi, kita minta Pemkab Melawi untuk membenahi yang rusak supaya segera hidup kembali,” ujarnya.

Ia mengingatkan kebutuhan listrik maupun air bersih masyarakat Melawi pada Ramadhan sangat tinggi dan penting.

“Kita harap ada perubahan pelayanan penerangan pada Ramadhan ini, tidak ada lagi pemadaman siang maupun di malam hari, sehingga masyarakat percaya kepada PLN,” pungkasnya. (DI)

Subscribe

No Responses

Comments are closed.