Bupati Melawi didampingi Wabup Melepas Balon Pertanda Kampanye Imunisasi MR

320

MELAWI, SKR.COM – Pemerintah Melawi melalui Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan Pencanangan Kampanye Imunisasi Measles dan Rubella ( MR ) Kabupaten Melawi Tahun 2018, Rabu (8/8) di SDN 6 Nanga Pinoh, Jalan Juang Km 1 Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Kegiatan tersebut dibuka Bupati Melawi, dan dihadiri Wakil Bupati Melawi, Forkopinda, sejumlah Kepala SKPD, Ketua PKK, Ketua GOW Melawi, Camat Nanga Pinoh, para kepala sekolah dalm kota Nanga Pinoh serta kurang lebih 300 siswa-siswi.

Kepala DInas Kesehatan Melawi, dr. Ahmat jawahir mengatakan, Kampanye imunisasi MR yang di laksanakan dalam rangka melaksanakan program nasional. Penyakit measles ( campak) dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui sluran napas yang di sebabkan oleh virus campak dan rubella.

“Penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru-paru , radang otak, gizi buruk serta yang lainnya, dan bahan bahkan kematian. Penyakit rubella merupakan penyakit ringan pada anak akan tetapi bila menulari ibu hamil pada tri semeter pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan,” terangnya.

Ahmad mengatakan, kampanye imunisasi MR adalah supaya mencegah penularan penyakit campak dan rubella di masyarakat dengan cara memberikan vaksin MR secara massal pada anak usia 9 bulan sampai dengan usia kurang lebih 15 tahun.

“Vaksin MR adalah kombinasi vaksin campak atau measlrs dan rubella yang disingkat MR, untuk melindungi terhadap penyakit campak dan rubella,” terangnya.

Ahmad menjelaskan, kampanye imunisasi MR dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pertama pada Agustus 2018 dilaksanakan di sekolah seperti Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD), taman kanak kanak (TK), SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), MTs. Kemudian tahap ke dua pada bulan september 2018 yang dilakukan serta difasilitaskan dinas kesehatan kesehatan dan Posiandu.

Ditempat yang sama, Bupati Melawi, Panji, mengatakan, setiap insan negara bertugas untuk menjaga kesehatan seluruh anak Indonesia. Anak-anak adalah titipan tuhan, dan kita semua berkewajiban untuk mendidik, menjaga, dan mengayomi. Terutama menjaga mereka dari berbagai penyakit yang berbahaya, dan mematikan. Penyakit seperti measles atau campak, dan rubella yang sudah terbukti diketahui di seluruh dunia, sangat berbahaya jika dibiarkan menjangkiti anak-anak kita.

Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella/kecacatan yang disebabkan oleh infeksi rubella saat kehamilan (congenital rubella syndrome) pada tahun 2020.

“Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mempercepat pencapaian tujuan tersebut adalah dengan melaksanakan kampanye imunisasi massal dan introduksi imunisasi MR. Imunisasi massal MR kedua ini bertujuan untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat di Melawi,” ungkapnya

Panji mengatakan, sebagaimana telah dilaporkan kepala dinas kesehatan, imunisasi mr pada bulan agustus 2018 akan dilaksanakan di sekolah-sekolah seperti sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), Taman Kanak-Kanak, SD/MI/Sederajat, SMP/MTs/Sederajat. Kemudian di bulan september 2018 akan dilaksanakan di posyandu-posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas pembantu, Puskesmas, dan pos imunisasi lainnya dengan sasaran bayi usia 9 bulan sampai dengan anak usia kurang dari 15 tahun, dengan jumlah sasaran keseluruhan di kabupaten melawi sebanyak 58.691 anak.

“Imuniasi MR ini diberikan tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. imunisasi mr ini bersifat wajib dan tidak memerlukan ijin tertulis dari orang tua. Imunisasi mr ini tidak akan bisa berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh seluruh lintas sektor. Saya mengharapkan ketua Tim Penggerak PKK Melawi, Ketua GOW, Ketua Dharma Wanita Persatuan, para ketua organisasi profesi dapat mendukung pelaksanaan kampanye imunisasi measles rubella di kabupaten melawi, sehingga cakupan imunisasi mr pada akhir september 2018 nanti dapat tercapai minimal 95 persen,” jelasnya

Pada kesempatan ini, katanya, Ia juga mendorong seluruh sekolah yang ada dibawah jajaran dinas pendidikan dan kebudayaan dan kantor kementerian agama untuk dapat pro aktif mengikuti imunisasi MR. Pesan Ia jangan meremehkan measless rubella ini. Karena keduanya ini bisa berbahaya bagi anak-anak kita yang kita cintai, yang kita sayangi. Dan untuk jangka panjang akibat tanpa imunisasi mr untuk bayi ini bisa lahir dengan cacat bawaan, kita harus hati-hati sekali. Saya tegaskan bahwa usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun untuk mendapatkan imunisasi mr.

“Pada semua jajaran pemerintah terkait, saya minta semuanya turun ke masyarakat, jelaskan ke seluruh orang tua, di sekolah-sekolah, di pesantren-pesantren, di madrasah-madrasah, bahwa imunisasi ini baik, dan sangat diperlukan untuk kesehatan anak-anak kita, anak-anak yang kita sayangi. Jangan ada seorang anakpun yang tertinggal. kita juga jangan melupakan anak-anak usia diatas 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun yang saat ini masih berada di institusi-institusi sosial. Anak-anak indonesia adalah penentu arah masa depan indonesia. bila kita tidak menjaga kesehatan mereka, maka nasib masa depan bangsa kita bisa terancam,” pungkasnya.(DI)