MELAwI, SKR.COM – Pelaksanaan Musabakah Tilawatil Quran (MTQ) ke VI tingkat Kecamatan Nanga Pinoh sudah mulai dipersiapkan. Petugas Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Nanga Pinoh pun sudah mengadakan rapat pembentukan Panitianya. Yang mana dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa waktu pelaksanaannya pada bulan juli 2017 atau sehabis Hari Raya Idul Firti.
Berkaitan dengan persiapan MTQ tersebut, Camat Nanga Pinoh Daniel meminta kepada panitia pelaksana dan semua pihak terutama para kepala desa untuk menyukseskan MTQ Ke-VI tersebut. Bisa mepersiapkan kafilah masing-masing desa mulai dari sekarang dan juga melaksanakan pelatihan, sehingga saat waktu pelaksanaan tiba para peserta sudah siap dengan matang.
“Walaupun dalam segala keterbatasan dan kekurangan dalam hal ini namun kita nyatakan kita siap, kita sama-sama serius melaksanakannya. Harapan saya, kita satu kata untuk terus mensukseskan MTQ yang ke-VI ini, sehingga MTQ Kabupaten Melawi yang akan dilaksanakan di Belimbing Hulu kedepannya, bisa mengutus kafilah-kafilah yang berprestasi dari tingkat kecamatan. Kita ingin mendapatkan predikat penghargaan, juara dari berbagai ivent yang dilaksanakan “ ungkap Daniel.
Ketua LPTQ Kecamatan Nanga Pinoh, H. A Junaidi juga berharap dengan adanya pelaksanaan MTQ juga dapat meningkatkan silahturrahmi ukhuwah islamiah serta toleransi sesama umat beragama yang ada di Kecamatan Nanga Pinoh khususnya dan Melawi pada umumnya. Juga yang tidak kalahpentingnya untuk mencari kader-muda qori-qoriah dari, yang mana kita inginkan anak usia dini sudah mengenal Alqur’an sehingga diharapakan kedepannya anak-anak berakhlak dan berprilaku baik.
“ Semoga panitia yang terbentuk untuk dapat bekerjasama sesuai apa yang menjadi tanggung jawabnya, agar pelaksanaan MTQ Ke-VI di Desa Sidomulyo berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan bersama “. Jelasnya.
Sementara itu, Sugimiarto selaku Kepala Desa Sidomulyo yang sekaligus Ketua Panitia Pelaksana MTQ Ke-VI mengatakan, kesiapan pelaksanaan MTQ di Desa Sidomulyo saat ini sudah mencapai 65 persen. Untuk tempat tinggal Kafilah sudah disiapkan 10 tempat.
“Desa-desa yang mengikuti harus segera mempersiapkan untuk mengirimkan kafilahnya masing-masing, kami sebagai tuan rumah menyiapkan akomodasi. Untuk transportasi dan konsumsi itu menjadi tanggung jawab desa masing-masing,” pungkasnya. (Edi)
