SINTANG, SKR.COM – Ketua Pondok Aspirasi Rakyat Kabupaten Sintang, Daniel Setiawan menyayangkan pihak-pihak tertentu yang ingin menggagalkan pelantikan Bupati/Wakil Bupati Sintang terpilih Jarot-Askiman (JAS) dengan menggelar demo di Jakarta.
Daniel menilai, demo yang akan dilaksanakan oleh Front Himpunan Mahasiswa Untuk Demokrasi Indonesia (FHMDI) se-Jabodetabek ditunggangi oleh pihak tertentu. Menurutnya, mereka tidak siap menerima kekalahan ketika Pilkada Sintang beberapa waktu lalu.
“Pilkada Sintang kan aman, hasilnya juga tidak digugat ke MK. Masak mahasiswa se-Jabodetabek yang ribut. Ini kan aneh. Lagipula yang Pemilu itu Sintang, bukan Jabodetabek,” katanya.
Ia menuding rencana demo tersebut bertujuan untuk mengganggu kondisi Sintang yang selama ini kondusif.
“Menurut saya, mereka (pendemo-red) ingin mengobrak-abrik Sintang. Makanya saya sangat menentang demo tersebut,” tegasnya.
Daniel menegaskan, jika situasi di Sintang tidak kondusif dan pelantikan bupati/wakil bupati terus menerus dihalang-halangi, yang menanggung kerugian adalah masyarakat Bumi Senentang sendiri.
“Yang rugi bukan mereka yang berdomisili di Jabodetabek, tapi kita yang di Sintang. Dampak seperti ini yang harus disikapi bersama,” katanya.
Dikatakan Daniel, rencana demo sangat menciderai hak demokrasi rakyat Sintang. Dan, menodai 90 ribu lebih hak demokrasi rakyat yang sudah memilih pasangan JAS. “Jadi, kalau ada yang berniat menggagalkan pelantikan, akan berhadapan dengan 90-an ribu masyarakat Sintang yang dimaksud,” nilai dia.
Daniel menyatakan pihaknya tetap mengawal agar pelantikan Bupati/wakil bupati terpilih bisa dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Karena kemenangan Jarot-Askiman adalah kemenangan rakyat,” kata Daniel.
Dikonfirmasi terpisah, korlap demo FHDMI Rahim ketika dikonfirmasi via seluler ke nomor 081213366613 tidak menjawab panggilan media ini. Permintaan konfirmasi via pesan singkat juga tidak direspon.
Sebelumnya, beredar broadcast mengenai rencana demo di Jakarta Selasa-Kamis 9-11 Februari yang dikirim via BBM dan media sosial lainnya. Grand issue demo tersebut adalah menolak pelantikan Jarot-Askiman sebagai Bupati/wakil Bupati Sintang. Serta membongkar kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh Jarot-Askiman.(ast)
