Datangi Sintang Wakil Ketua MPR-RI Meninjau Jalan Simba Binjai Hulu

Wakil Ketua MPR-RI Oesman Sapta Odang Saat Minjai jalan Simba (Sintang-Kalbar)

SINTANG, SKR.COM – Wakil Ketua MPR RI Dr. H. Oesman Sapta Odang mengunjingi Bumi Senentang pada Sabtu, 26 November 2016. Setelah tiba di Bandara Susilo Sintang, Oesman Sapta Odang disambut Bupati Sintang H. Jarot Winarno, Ketua DPRD Sintang Jefray Edward  bersama unsur Forkopimda Kabupaten Sintang.

Bupati Sintang H. Jarot Winarno langsung membawa Wakil Ketua MPR RI Dr. H. Oesman Sapta Odang meninjau jalan di Simba Kecamatan Binjai Hulu. Tiba di Simba, Bupati Sintang H. Jarot Winarno menunjukan peta ruas jalan dari  Sintang menuju Senaning serta jalan paralel perbatasan yang sudah dibangun pemerintah pusat bekerjasama dengan Denzipur.

“Kami mohon bantuan Wakil Ketua MPR RI Bapak H. Oesman Sapta Odang agar jalan dari Sintang menuju Senaning bisa diubah statusnya menjadi jalan strategis nasional supaya penanganan jalannya lebih cepat dibandingkan hanya mengandalkan APBD Kabupaten Sintang tentu tidak akan mampu” terang H. Jarot Winarno.
H. Oesman Sapta Odang menjelaskan bahwa Bapak Joko Widodo Presiden Republik Indonesia  memang menganjurkan untuk membangun infrastruktur sebanyak-banyaknya.

“Membangun Kalimantan memang tidak sulit, tinggal mengalihkan kewenangan pembangunan jalan di sini. Saya mendukung keinginan Bupati Sintang meningkatkan jalan Sintang menuju Senaning supaya ekonomi juga bergerak. Jalan ini akan menjadi pendorong kemajuan ekonomi masyarakat” terang Wakil Ketua MPR RI Dr. H. Oesman Sapta Odang saat berada di Simba.

Saat berada di Simba, Bupati Sintang juga langsung menyerahkan surat permohonan agar status jalan Sintang menuju Senaning bisa secepatnya diubah menjadi jalan strategis nasional.

Usai meninjau jalan di Simba, Bupati Sintang mengajak H. Oesman Sapta Odang melanjutkan perjalanan untuk melihat Gedung Baru RSUD AM. Djoen Sintang di Jalan YC Oevang Oeray.

“lahan yang sudah dibebaskan untuk Gedung Baru RSUD AM Djoen adalah 32 hektar. Pembangunan gedung dan fasilitas lainnya sudah dilakukan melalui  APBD Kabupaten Sintang, APBD Pemerintah Provinsi Kalbar dan APBN. Ini rumah sakit rujukan regional kelas B. Jika sampai selesai, rumah sakit ini akan menghabiskan dana sekitar 250 milyar. Tahun 2017 nanti akan ada dana 38 milyar dari APBN. Tahun 2016 ini akan mulai dipakai untuk manajemen dan rawat jalan. Tahun 2017 nanti menyusul instalasi yang lain” terang H. Jarot Winarno.

Direktur RSUD AM Djoen Sintang Rosa Trifina menjelaskan bahwa desain rumah sakit belum akan menggunakan lift karena ruang untuk pasien semua ada di lantai 1.

“Gedung Baru RSUD AM  Djoen Sintang ini akan memiliki 350 tempat tidur yang sebagiannya akan kita pindahkan dari gedung lama” terang Rosa Trifina.

H. Oesman Sapta Odang bercerita pernah meninjau rumah sakit ini sekitar dua tahun lalu dan setelah saya kesini sekarang ternyata belum selesai juga. “saya berharap bila saya ke sini lagi semua sudah pindah di sini. Karena saya tahu proses pembangunan rumah sakit ini sudah lama.

Saya minta manajemen rumah sakit memberikan data hambatan dan sumbatan penyebab rumah sakit ini belum selesai, sampaikan ke saya agar bisa segera disampaikan ke Kementerian Kesehatan. Saya akan sampaikan persoalan ini langsung kepada Ibu Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek. Ini rumah sakt sangat srategis. kalau gedung sudah jadi, dokter dan peralatan lengkap, maka masyarakat tidak perlu berobat ke Pontianak atau Kuching Malaysia, tetapi cukup di Sintang saja. Saya sepakat agar pembangunan gedung dan fasilitasnya harus segera di selesaikan” terang H. Oesman Sapta Odang. (Slh/Hms)

Posting Terkait