Karyawan PT AAK, Korban Penembakan Meninggal di RS Antonius

MELAWI, SKR.COM – Seorang karyawan PT. Adau Agro Kalbar (AAK), Deni Dwiyanto (37),  yang menjadi korban kasus penembakan yang terjadi di Kecamatan Tanah Pinoh (Kota Baru ), Senin (16/5) sekitar pukul 05.00 dini hari, meninggal dunia, di Rumah Sakit Antonius Pontianak.

Saat mendapat tembakan peluru senapan lantak yang dilakukan oleh tersangka Nehimia Martabat (60) di lokasi kolam hulu graha tanah merah, pada Jum’at (13/5) sekitar pukul 15. 30 WIB, korban langsung dibawa ke Puskesmas Tanah Pinoh, kemudian karena mengalami luka parah, korban harus dirujuk ke klinik Kasih Bunda Jaya. Namun pada saat di rujuk, dokter bedah di KBJ sedang tidak ada ditempat, sehingga korban harus dilarikan ke RSUD Sintang.

Namun keesokan harinya, Sabtu (14/5) karena tidak mampu menangani di RSUD Sintang, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Antosinus di Pontianak, dua hari ditangani di Antonius, korban akhirnya meninggal dunia.

Kapolsek Tanah Pinoh, IPTU Harsono membenarkan bahwa korban penembakan yang dirujuk ke Pontianak sudah meninggal dunia di Rumah Sakit Antonius Pontianak.

“Iya mas sudah meningal jam 5 subuh tadi di Antonius,” katanya.

Sementara terkait penanganan kasus tersebut, Harsono mengatakan bahwa perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Polres Melawi agar bisa proses lebih lanjut, saat inipun tersangka bersama barang buktinya sudah diamankan di Polres Melawi.

“Karena korbannya meninggal, maka tersangka dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12/DRT/1951, Pasal 1 Ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi tingginya dua puluh tahun dan pasal 360 KUHP, karena lalai menghilangkan nyawa orang lain,” jelasnya.

Kejadian penembakan tersebut terjadi pada Jum’at 13 Mei 20116, sekitar pukul 15. 30 WIB. Saat itu Deni bersama rekan-rekannya sedang mancing di lokasi kolam hulu graha tanah merah.

Pada saat itu ada dua orang warga yang sedang berburu ke arah tapang kuning, bernama Nehimia Martabat (60) bersama dengan menantunya Marjan (35). Dilokasi hutan tersebut, keduanya berpisah arah. Marjan yang hanya membawa senapan angin menunggu disebuah pohon, sementara Martabat memilih jalan terus.

Sekitar setengah jam perjalanan mendekati lokasi Deni yang sedang memancing, Martabat mendengar seperti suara babi. Ia pun akhirnya menembak kearah sebuah pohon sawit. Namun ketika dilihat, bukannya seekor babi yang kena, melainkan seorang manusia yang sedang memancing sudah terkapar, dan ketika dilihatnya diketahui yang tertembak itu Deni Karyawan PT. Adau.

Melihat korban terkapar, tersangka Martabat pun lansung dibawa menantunya menyerahkan diri ke Polsek Kecanatan Sokan, karena lokasi kejadian dekat dengan Sokan. Sementara Korban dibawa rekan-rekannya yang ikut memancing ke Puskesmas Kota Baru.

Namun karena luka tembak dibagian perut sebelah kiri korban cukup parah, dari Puskesmas Kota Baru sekitar pukul 17. 30 WIb, korban lansung dirujuk ke Klinik Bunda Jaya (KBJ). Sesampai di klinik itu sekitar 21. 00 wib, korban belum bisa dioperasi karena dokter bedahnya sedang tidak ada. Sehingga sekitar pukul 21.45 WIB, korban dirujuk ke Rumah Sakit Sintang.

Tersangka Martabat mengetahui dirinya menembak manusia, lansung dibawa oleh menantunya menyerahkan diri ke Lolsek Sokan, kemudian dari Polsek Sokan menyerahkan ke Polsek Tanah Pinoh. Kemudian berasama barang bukti senapan lantak, lansung  dibawa ke Polres Melawi. (Irawan)

Posting Terkait