Dewan Minta Pemerintah Fokus Tangani Jalan Simba-Pedadang

oleh
oleh

SINTANG, SKR.COM – Warga Kecamatan Binjai Hulu, Kecamatan Ketungau Tengah, Ketungau Hilir dan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat  mengeluhkan kondisi jalan yang sulit dilalui.

Saat musim penghujan seperti sekarang ini, jalan yang menghubungkan empat kecamatan lebih mirip seperti kubangan Kerbau.

“Kami sudah sangat menderita dengan kondisi jalan seperti ini,bahkan sudah hampir  setahun, belum ada perhatian khusus dari pemerintah” jelas Lewis tokoh masyarakat Kecamatan Binjai Hulu pada media ini Selasa (17/5/2016).

akses jalan  Simba  namun sepertinya pihak terkait tidak peduli,” ujar Anto (45) warga Kecamatan Tambusai Utara, Selasa 9 Februari 2016.

Lanjut Lewis, memang ruas jalan tersebut baru di kerjakan oleh Pemkab Sintang tahun 2015 yang lalu dengan cara ditimbun agar badan jalan tinggi dan tidak terkena banjir, namun kerana curah hujan cukup tinggi belakangan ini maka jalan tersebut bagaikan kubangan kerbau.

Selain itu yang membuat kondisi jalan ini semakin hancur karena mobilitas kendaraan bertonase tinggi pengangkut CPO dan Kelapa Sawit, sehingga menambah cepat kerusakan. Akibat kerusakan tersebut, tidak jarang kendaraan terjebak dalam kubangan tersebut, Kata Lewis.

Sementara anggota DPRD Sintang Dapil 3, Liyus saat di konfirmasi mengatakan dirinya sebagai wakil rakyat merasa prihatin dengan kondisi jalan seperti ini.

“Jalan simba ini sempat ditangani pemerintah menggunakan dana Dana Alokasi Khusus (DAK), namun karena pengerjaan dilakukan pada musim penghujan dan setelah selesai dilanda banjir sehingga  kerusakan jalan tersebut justru makin parah. Selain rusa jalan Simba juga di Pedadang (Kecamatan Ketungau Hilir) juga mengalami nasip yang sama dengan Simba”, jelas Liyus.

Lanjut Politisi PKP Indonesia ini, seharusnya pemerintah lebih tegas dalam melihat kepentingan masyarakat, karena posisi jalan tersebut sangat di perlukan oleh masyarakat di empat kecamatan.

“Kita sebagai anggota Dewan hanya sebagai fungsi pengawasan, tolak ukunya ada pada pemerintah”, jelasnya.

Liyus mengharapkan kepada pemerintah harus fokus dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat, karena ruas jalan ini selain menghubungkan ke empat kecamatan juga menghubungkan jalan menuju perbatasan Indonesia-Malaysia., harapnya. (Ast)