Hasil Singkronisasi, 15.315 Pemilih di DP4 Belum Masuk DPT

67

MELAWI,SKR.COM – Ketua KPU Melawi, Dedi Suparjo mengatakan, data yang didapat dari Dirjen Dukcapil RI, ada sekitar 21 ribu pemilih yang ada di dalam DP4 tetapi belum masuk dalam DPT. Namun setelah dilakukan singkronisasi, jumlah tersebut beerkurang menjadi 15.315.
“Kami sudah melakukan singkronisasi ke DPT dan kita cermati bersama Dukcapil dan Bawaslu. Maka yang difaktualkan oleh teman-teman PPK, PPS bersama Panwascam dan PPL, bukan 21 ribu pemilih, namun berkurang menjadi 15.315 pemilih. jumlah tersebut tersebar di 11 kecamatan dan 169 Desa,” jelasnya, Jumat (2/11).
Adanya data yang didapat dari Dirjen Dukcapil RI terkadait data DP4 yang belum masuk dalam DPT, membuat peluang bertambahnya jumlah DPT. “Bisa dipastikan DPT tetap akan bertambah, karena adanya data yang didapat dari Dirjen Dukcapil tersebut,” paparnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan, terkait historinya lagi dilakukan pencermatan oleh PPK dan PPS dengan melakukan veerifikasi faktual langsung dilapangan. “Laporan verfikasi faktual tersebut belum masuk ke kami. Namun yang jelas hasil singkronisasi kami dengan Dukcapil dan Bawaslu,” ungkapnya.
Terkait ada anomali, katanya, banyak terdapat data yang ganda. Baik itu NKK, NIK, maupun nama. Kemudian ada yang sudah meninggal dunia tapi masuk lagi. Serta tidak berdomisili diwilayah setempat. “Jadi banyak faktor penyebab. Maka dari itu lagi diverifikasi oleh jajaran kami dibawah untuk memastikan jumlah tersebut,” terangnya.
Selain itu, dari data tersebut, banyak pula data-data yang belum memenuhi syarat atau Tidak Memenehii Syarat (TMS). “Seperti karena usia yang bersangkutan pada usia dibawah 17 tahun per 17 April 2019 nanti. Jadi itu tid.ak memenuhi syarat,” jelasnya.
Dedi tak henti-hentinya berharap dukungan dan bantuan dari masyarakat dengan menghimbau agar masyarakat proaktif mengecek namanya dalam DPTHP serta membantu kami dalam verfikasi faktual dilapangan.
“Kepada semua pihak kita berharap bantuan dan dukungannya. Agar data yang dihasilkan benar-benar akurat. Sehingga nantinya data yang digunakan dalam Pemilu 2019 tidak lagi ada masalah. Untuk itu mari cek bersama nama diri kita di DPTHP,” ajaknya. (DI)