Ini Wujud Jembatan Sungai Nuak Yang Mangkrak Belasan Tahun

MELAWI, SKR.COM – Sudah hampir 11 tahun pembangunan jembatan Sungai Nanga Nuak yang berada diwilayah Desa Domet Permai, Kecamatan Ella Hilir, Melawi, hingga saat ini belum berfungsi karena jalan pendukung jembatan belum dibangun.

Pembangunan jembatan yang terbuat dari rangka baja dengan bentang sekitar 60 meter tersebut dibangun tahun 2008 lalu akhirnya mubazir alias terbengkalai yang hanya menghabiskan uang Negara saja.

Secara fisik pembangunan jembatan memang sudah selesai, namun jalan pendukung agar bisa dilalui justru belum terbangun. Jembatan Sungai Nanga Nuak sebenarnya menjadi penghubung utama antara Ella dan Menukung. Hanya, karena masyarakat selama ini lebih mengutamakan akses jalan perusahaan PT SBK, jembatan inipun akhirnya tak dilanjutkan pembangunannya.

Dikonfirmasi kembali kepada Ketua DPRD Melawi Abang Tajudin, Minggu (3/2) mengakui bahwa pada tahun 2014 lalu ada komitmen dari PT SMS dan PT BPK untuk membantu Pemkab Melawi kelanjutan pembangunan jembatan Sungai Nanga Nuak dan pembangunan jalan pendukung.

“Harapan itu sirna seiring dengan pergantian pimpinan Pemkab Melawi dan hingga kini tak ada tindak lanjut lagi,” ujar Tajudin.

Lanjut Tajudin, bahkan pada saat itu Pemkab sudah sempat menganggarkan Rp 1,5 miliar, namun gagal dikerjakan, dan kekurangan dibantu dari perusahaan sawit. Sebenarnya, dengan kolaborasi antar perusahaan perkebunan sawit dan Pemkab, persoalan infrastruktur jembatan itu dapat teratasi dan dapat difungsikan. Dulu komitmen dari perkebunan sawit sudah ada, ungkapnya.

Tajudin menegaskan tidak menutup kemungkinan DPRD dan Pemkab Melawi akan kembali berkonsultasi kepada pihak PT SMS dan PT BPK soal kolaborasi kelanjutan pembangunan jembatan dan jalan pendukung untuk mengurangi beban anggaran dari Pemkab.

“Tapi ini kan tergantung kesiapan Pemkab Melawi, mau tidak konsultasi keperusahaan itu kembali,” ucapnya.

Selain itu tambah Tajudin, dirinya berharap kepada Pemkab Melawi melalui instansi terkait untuk mencari solusi hingga pembangunan jembatan dapat dilanjutkan bersumber dana APBD Melawi tahun 2020 walaupun tak lagi dapat kerjasama dengan perusahaan sawit.

Proses kelanjutan pembangunan jembatan Sungai Nanga Nuak ini ditambahkan Tajudin, harus menjadi salah satu prioritas Pemkab Melawi tahun 2020, sesuai dengan program Bupati Melawi ‘Membangun Mulai Dari Desa’.

Tahun 2014 lalu, pihak perusahaan perkebunan sawit PT Satria Manunggal Sejahtera (SMS) dan PT Bintang Permata Khatulistiwa (BPK) yang berinvestasi di Kecamatan Ella dan Menukung ingin kerjasama dengan Pemkab Melawi untuk pembangunan jalan penghubung jembatan, hingga aktivitas mobilisasi perkebunan perusahaan mereka lancar.

Keinginan PT SMS dan PT BPK ingin bekerjasama dengan Pemkab Melawi untuk membangun jalan penghubung jembatan, karena jalan PT SBK tidak boleh dilalui kendaraan kegiatan PT SMS dan PT PBK hingga saat ini. Akibat ditutupnya ruas jalan PT SBK, perusahaan juga sulit beraktivitas normal mengingat seluruh pengangkutan bibit dan pupuk melalui akses sungai.

Sebelumnya, Manajer Humas dan Legal PT BPK Abang Murni dan General Manajer Bw Plantation yang membawahi PT SMS, Abas Supardiono, saat meninjau jembatan tersebut bersama-sama dengan DPRD beserta instansi terkait Pemkab Melawi tahun 2014 lalu mengatakan, rencana untuk memanfaatkan jalan kabupaten yang sudah ada dan perusahaan siap untuk komitmen membantu pemerintah menyelesaikan pembangunan jembatan, bahkan juga untuk merawat jalan.

Terpisah, tokoh pemuda Dusun Sungai Nangka, Desa Domet Permai Kecamatan Ella Hilir, Ardani, Minggu (3/2) mengatakan, jembatan sungai nuak yang berada di Desa Domet Permai dinilai mangkrak oleh masyarakat, padahal bangunan tersebut sudah menghabiskan dana milyaran rupiah.

“Kami sebagai masyarakat sangat mengharapkan sekali pembangunan tersebut diteruskan sehingga kami tak lagi menggunakan rakit sebagai transportasi penyeberangan. Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa jembatan yang dibangun sejak 2008 ini dibangun namun tidak diteruskan. Kan terkesan mubajir, karena pembangunan tersebut sudah meenghabiskan dana milyaran rupiah,” katanya.

Menurutnya, kondisi pembangunan jembatan tersebut sebetulnya sudah hampir rampung dengan pondasinya yang juga sudah kokoh. Namun sayangnya, tanah timbungan penghubung jembatan tersebut yang tidak ada.
“Entah mengapa pemerintah tidak meneruskan pembangunan jembatan ini. Jelas menjadi pertanyaan kami, karena tidak ada kelanjutan. Jika memang ada menyangkut persoalan hukum, harusnya segera dituntaskan, karena sayang sekali uang negara milyaran dibiarkan begitu saja,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Dani tersebut mengatakan, selama ini, masyarakat menyebrang menggunakan fasilitas rakit peenyeberangan yang disediakan pihak perusahaan yang ada di sekitar wilayah domet permai. “Memang ada akses alternatif yang bisa digunakan, namun jalannya sangat hancur, sehingga kendaraan roda empat tak bisa melaluinya, dan kndaraan roda dua pun tak sanggup bisa melaluinya,” ucapnya.

Menurut Dani, karena jembatan tersebut merupakan akses utama yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat, maka sangat diharapkan pemerintah tidak tutup mata dan bisa segera menyelesaikannya.

“Kami minta, jika memang jembatan tersebut masih teersangkut persoalan hukum atau persoalan sosial, bisa segera diselesaikan. Jangan sampai dibiarkan begitu saja, menjadi aset pembangunan yang bernilai milyaran rupiah tanpa bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (DI)

Posting Terkait