www.suarakapuasraya.com

Terdepan dalam Informasi

Ipaso: Kehadiran GGD Berimbas Pada Guru Honor

Ipaso: Kehadiran GGD Berimbas Pada Guru Honor

SINTANG, SKR.COM – Satu diantara guru honorer sekolah di Desa Gurung Mali kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang, Ipaso curhat kepada Bupati Sintang terkait nasib guru honorer pasca masuknya Guru Garis Depan (GGD) di Kabupaten Sintang. Pasalnya keberadaan GGD ini berimbas pada berkurannya jam mengajar para guru honorer. Tak hanya itu Ipaso juga khawatir keberadaan GGD mempersempit peluang putra putri daerah menjadi pegawai.

“Kemarin kita di Tempunak sudah ada guru garis depan, secara pribadi menurut saya itu menutup peluang orang daerah menjadi pegawai.Bagaimana kira-kira solusi, untuk guru honor di wilayah kita?” tanyanya Ipaso saat berdialog dengan Bupati Sintang Jarot Winarno di balai desa Merti Jaya, Kecamatan Tempunak, Selasa malam (30/1/2018).

Persyaratan dalam pengrekrutan GGD lalu sangat memberatkan putra putri daerah, akibatnya mereka tidak dapat berkompetisi untuk menjadi GGD didaerahnya sendiri. Persyaratan seperti program sertifikasi selama satu tahun yang dinilai sebagai syarat yang memberatkan karena belum ada kampus di Kalbar yang bisa menyelenggarakan program itu.

“persyaratan itu tidak mengakomodir kita didaerah,” pungkasnya.

Bupati Sintang Jarot Winarno tidak memungkiri keberadaan GGD di Kabupaten Sintang dapat berimbas pada berkurangnya jam mengajar guru honorer, kendati demikianPemkab Sintang menekankan kepada kepala sekolah dan pengawas supaya pembayaran gaji guru honorer sekolah di kabupaten ini tidak lagi berdasarkan jam mengajar.

Bupati Sintang juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah sudah melakukan beberapa langkah terkait GGD. Pertama, Pemda Sintang sudah menyurati gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. Pemda Sintang juga melayangkan surat kepada Menteri Pendidikan untuk audiensi namun langkah ini belum terlaksana. Pihaknya meminta persyaratan dalam pengrekrutan GGD kedepan tidak memberatkan putra-putri daerah, sehingga putra putri daerah bisa turut serta dalam pengrekrutan.

“GGD itu Program yang baik tapi semua daerah menolak. Kita termasuk yang menolak GGD. Tapi orangnya sudah datang dari jauh mau bantu ngajar masa kita usir,” Jawab Jarot.

Pemda Sintang pada tahun 2018 ini kata Bupati akan membuka guru honor kontak daerah untuk 100 orang.

“Seleksinya sedang kita siapkan dan diutamakan desa-desa yang jauh dan terpencil. Prioritas pada guru-guru yang sudah lama honor, paling tidak diangkat honor kontrak daerah,” kata Bupati Sintang.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar saat dijumpai di gedung DPRD Sintang belum lama ini mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan perekrutan dan pengangkatan tenaga guru kontrak daerah untuk 100 orang yang terdiri dari guru SD dan guru SMP. Menurutnya upaya ini untuk sedikit menjawab permasalahan kekurangan guru di Kabupaten Sintang.

“Kami sekarang sedang membahas persyaratan, prosedur, dan syarat-syarat pengangkatan guru kontrak itu, yang jelas salah satu syarat mutlaknya harus sarjana pendidikan (s1),” ujarnya.

Dikatakannya bahwa pada pertengahan bulan Februari 2018 pihaknya akan mengumumkan formasi yang dibutuhkan. Formasi ini pun tetap memprioritaskan sekolah atau daerah yang memang sangat kekurangan.

“Nanti 60 persen guru SD dan 40 persen SMP, dan prioritasnya sekolah terpencil dan yang memang kekurangan guru,” pungkasnya. (Ev/Hms))

 

Subscribe

No Responses

Comments are closed.