Jembatan Amoh Ambruk, Pemkab Sekadau Cari Solusi

SEKADAU, SKR – Jembatan Amoh, desa Sebetung Kecamatan Belitang Hulu yang sehari – hari digunakan warga untuk menyeberang sungai belitang, ambruk 3 hari yang lalu, Sabtu (8/6/2019). Jembatan yang menghubungkan 3 desa ini yakni, desa Sebetung, desa Seburuk dan desa Sungai Antu ambruk dikarnakan turun hujan yang kuat mengakibatkan arus air sungai belitang pasang.

Kepala desa Sebetung, Ahmad Eka Setyawan mengatakan, terkait jembatan Amoh yang ambruk, sudah diberitahukan kepada pihak pemerintah daerah Kabupaten Sekadau.

“Saya sudah telepon langsung Bapak Wakil Bupati Sekadau, Aloysius tadi pagi terkait ambruknya jembatan ini,” kata Ahmad Via telepon selulernya kepada wartawan media ini, Senin (10/6/2019).

Nanti, lanjut Ahmad, untuk menangani ambruknya jembatan ini, pihak pemerintah daerah Kabupaten Sekadau akan berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat karna status jalan ini adalah jalan Provinsi.

“Harapan kami, semoga jembatan ini secepatnya ditangani oleh pihak pemerintah dan instansi terkait. Kita juga berharap pihak perusahaan terdekat bisa bekerjasama membantu pihak pemerintah, “harapnya.

Waktu yang berbeda, Wakil Bupati Sekadau dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan, pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas PUPR sudah menyampaikan hal ini ke Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat karna, jalan ini adalah jalan Provinsi.

“Photo dan videonya juga sudah dikirim ke Dinas PUPR Provinsi. Selain itu, tadi pagi saya juga sudah berusaha menghubungi pihak perusahaan (PT. GUM) untuk narik jembatan yang ambruk tersebut namun, karna air sungai belitang masih pasang, jadi belum bisa sekarang,” jelas Aloy yang juga putra asli Belitang Hulu.

Dalam hal ini kata dia, pihak pemerintah daerah Kabupaten Sekadau tidak lepas tangan walaupun status jalan ini jalan provinsi.

“Kita, lewat Dinas PUPR Kabupaten Sekadau tetap secepatnya mencari solusi untuk menangani jembatan tersebut,” pungkasnya. (As)

Posting Terkait