Jembatan Sungai Ayau Rusak Berat

112
Warga sedang melihat kondisi jembatan sungai Ayau yang memprihatinkan

MELAWI, SKR.COM – Jembatan Sungai Ayau di dusun Lingkar Bandara, Desa Kenual, rusak parah. Kondisi kerusakan dengan keadaan lantau berlubang tersebut sangat membahayakan pengguna jalan. Jembatan tersebut pernah diperbaiki pada 5 tahun lebih berlalu, sudah sepatutnya mendapatkan perbaikan kembali.

“Usia jembatan ini kurang lebih sudah 3 tahun. Kondisinya sekarang, pagar jembatan sudah banyak patah. Kemudian lantai jembatannya sudah banyak yang berlubang. Sehingga sangat membayakn pengguna jalan. Terlebih jika malam hari, karena tak ada lampu penerangan di jembatan itu,” kata Kepala Dusun Lingkar Bandara, Supratman, belum lama ini.

Ia mengatakan, jembatan tersebut merupakan akses utama, dan penghubung ke dusun Nusa Indah. Lebar jembatan itu empat meter dan panjang 27 meter.

“Kami minta jembatn itu dibangun baru dengan model jembatan beton. Atau dibangun dengan barau dan ditimbun tanh. Jalur airnya dikasi gorong-gorong karena tidak terlalu tinggi jembatannya,” harapnya.

Sementara Lilik Hidaya Tullah, selaku warga yang sering melalui jembatan itu mengaku khawatir. Terlebih melihat kondisi jembatan yang kayunya sudah banyak rapuh dan banyak lubangnya.

“Jika malam hari terpaksa melalui jalan itu seperti merayab. Maka kami juga minta kepada pemerintah, agar bisa membangun baru jembatan itu. Karena jembatan itu merupakan kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Jembatan tersebut sudah berulangkali diperbaiki secara swadaya menggunakan bahan seadanya. Yang mana perbaikan yang dilakukan tidak bisa bertahan lama.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa cepat respon dan memperbaiki jembatan ini,” ujarnya.

hampir sebagian jembatan yang terbuat dari kayu itu kondisinya rusak berat. Tiang penyangga sudah mulai patah sedangkan lantainya sudah banyak yang berlubang karena termakan usia. Sehingga saat dilalui akan membahayakan pengendara. Padahal jembatan itu menjadi urat nadi bagi warga di dusun tersebut.

Kades Kenual H Atot saat ditemui di kantornya Rabu sore (4/4) mengungkapkan, beberapa waktu lalu bahkan ada pengendara yang terjatuh dari jembatan itu. Maka dari itu perbaikan jembatan tersebut sangat mendesak dan harus segera direalisasikan. “Rencananya akan dibangun dengan DD tahun 2018 ini. Sebab jembatan ini memang kondisinya sudah rusak parah. Beberapa waktu lalu ada warga yang jatuh saat lewat jembatan itu” katanya.

Atot mengungkapkan pemerintah pernah akan melakukan rehap terhadap jembatan itu. Namun dirinya menolak karena jika direhap tidak akan maksinal lantaran kerusakannya sudah sangat parah.

“Kalau direhap tidak akan tahan lama. Daripada bangun beberapa kali mendingan kita bangun saja. Pakai dana desa supaya tahan. Saya tidak mau alang kepalang kalaj bangun” pungkasnya. (DI)