Kondisi Pelaku Mutilasi Anaknya Masih Labil

????????????????????????????????????

MELAWI, SKR.COM – Hingga saat ini tim Polres Melaawi dibantu oleh tim psikiater Mabes Polri dan Polda sudah memintai keterangan dari Petrus Bakus, pelaku yang memutilasi anak kandungnya. Namun kondisinya yang labil menyulitkan pihak psikiater dalam mengumpulkan data.

Kapolres Melawi AKBP Cornelis memastikan saat ini, pelaku masih dalam kondisi labil. Tim Psikiater Polda dan  Mabes Polri masih bekerja dan mengumpulkan setiap data untuk menjadi bahan keterangan dari pelaku ini.

“Pelaku sampai sekarang masih labil. Kita perlu hasil  tes observasi, kira-kira pelaku
klasifikasi kejiwaanya seperti apa. Ini Psikiaterlah yang lebih tahu,” ungkapnya, ditemui di rumah saudara Ibu Korban, Minggu (28).

Proses yang dilakukan tim psikiater merupakan langkah-langkah untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku.

“Pemeriksaan sudah dilakukan, yang pasti  keterangan yang sudah diperoleh. Apapun itu, sudah kita input sebagai keterangan penyidikan,” katanya.

Kapolres pun menampik pelaku melakukan perbuaatan keji tersebut bukan karena gangguan akibat beban pekrjaan yang terlalu berat. Sebab di satuan Intelkam Polres Melawi, pekerjaannya tidak ada yang terlalu berat.

“Saya pikir yang bersangkutan kerja sebagai Intelkam tidak karena beban yang berat. Apalagi yang bersangkutan menjalankan kerjanya diwilayah yang memang tidak ada yang berat, dan landai-landai saja,” Kata Kapolres.

Selama pelaku bertugas disatuan Intelkam, Polres tidak memberikannya senjata api, hal tersebut juga bukan karena pihak Polres mengetahui kejiwaan terganggu, namun karena memang wilayah kerja pelaku dianggap tidak membutuhkaan senjata api.

“Dia tidak diberikan senjata api karena memang wilayah kerja yang bersangkutan, klasifikasinya dianggap tidak membutuhkan senjaata api, dan pelaku juga tidak pernah mengajukan untuk mendapatkan senjata api,” terangnya.

Terkait  trac recor, Brigadir Petrus Bakus, Kapolres mengatakan di Komunitas Intel, sejak lulus pangkat Brigadir, pelaku memiliki kriteria yang baik, rajin melaksanakan tugas dan memiliki dedikasi baik.Tidak ada terlihat gejala yang lain.

“Pelaku cerdas mungkin lebih di lembaga pendidikan bernaung dulu. Tingkat intlejensinya bagus. Kalau dikatakan selama pelaksana tugas ada gangguan jiwa, itu tidak benar.

Selama 6 tahun melaksanakan tugas, tidak ada sedikitpun kecurigaan atau dikatakan tanda Tanya terhadap yang bersangkutan. Saya hapal betul karena tinggal dekat. Yang berangkutan juga sudah di tes urine hasilnya negative,” paparnya.

Kapolres sendiri mengaku berjumpa dan berbicaara dengan Pelaku, saat kenaikan pangkatnya dari Briptu ke Brigdir. Pada saat itu, pelaku menyatakan siap dinaikan pangkatnya.

“Terakhir dia mengatakan siap menerima kenaikan pangkat pada Januari 2016. Saya menyematkan, tidak ada keluhan dan sebagainya,” ucapnya.

Pada saat pasca kejadian, Kapolres juga sudah mencoba berbicara kepada pelaku, namun sikap pelaku hanya diam dengan pandangan yang kosong.

“Saya melihat sudah berbeda sebelumnya. Cara bicara Cara pandangnya. Pandangan kosong dan ketika ditanya yang bersangkutan diam aja.

Dengan adanya kejadian tersebut, Polres dianggap perlu meningkatkan pemberian pembinaan mental dan pembinaan rohani.

“ Pembinaan metal sudah sering dilakukan. Priode, tertentu pembinaan rohani, kita mengundang usatad dan Pendeta,” pungkasnya. (Irawan)

Posting Terkait