KPU Melawi Gelar Bimtek Relawan Demokrasi

118
Komisioner KPU Melawi ketika memberikan Bimtek kepada 20 orang Relasi nanga Pinoh

MELAWI, SKR.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Melawi melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terhadap Relawan Demokrasi (Relasi), Rabu (11/4) di ruangan rapat KPU Melawi. Kegiatan tersebut dihadiri ketua serta 3 komisioner KPU Melawi dan para Relasi.

Ketua KPU Melawi, Julita, Relasi yang direkrut KPU Melawi berjumlah sebanyak 20 orang. Yang mana merupakan cerminan dari beberapa elemen masyarakat yang terdiri atas segmen pemilih Pemula, segmen pemilih Perempuan, segmen media massa serta sejumlah segmen lainnya.

Dimana Relasi itu nantinya sebagai petugas yang membantu KPU Melawi dalam mensosialisasikan tahapan pelaksanaan pemilu kepada masyarakat. menyampaikan relawan demokrasi merupakan mitra KPU untuk memberikan informasi tentang pemilu kepada masyarakat, khususnya di segmen masing-masing, dengan tujuan utama untuk meningkatkan jumlah pemilih pada pemilu.

“Relawan Demokrasi ini di rekrut dari orang-orang yang mempunyai kepedulian pada demokratisasi dan pemilu. Para Relawan Demokrasi ini diharapkan akan dapat memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat, perihal demokrasi dan pemilu. Tujuan akhirnya bahwa dengan langkah ini diharapkan akan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu dengan baik,” ungkap Julita.

Ditempat yang sama, komisioner KPU Melawi, Yovinus sebagai pemateri mengatakan, sebagaimana tujuannya yakni Pemilihan Berdaulat Negara Kuat. Maka Relasi memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya tanpa ada paksaan dari siapapun, serta memberikan pemahaman cara melakukan pemilihan.

Dalam kegiatan ini, para relawan dibekali dengan beberapa materi sosialisasi tentang pengertian, dasar-dasar, tahapan pemilu, juga beberapa tipe pemilih di masyarakat sebagai bekal mereka nanti terjun langsung ke masyarakat.

“Prinsipnya Relasi disiapkan menjadi ujung tombak untuk melakukan sosialisasi terutama tatap muka, di dalam proses sosialisasi tersebut ada poin-poin penting yang harus disosialisasikan. Terutama sampaikan juga kepada masyarakat agar tidak Golput dan menggunakan hak pilihnya pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat pada 27 Juni 2018,” ucapnya.

Sementara itu, Ariani, yang juga seorang komisioner KPU Melawi mengatakan, Relasi adalah pelopor pemilihan tujuannya adalah untuk untuk memberikan pengetahuan tentang tatacara pemilihan kepada masyarakat, sampai kepada pelaksanaan pemilihan pada 27 Juni 2018 nantinya.

“Pertama bagaimana pemilih itu bisa masuk ke dalam daftar pemilih, kedua adalah siapa pasangan calon yang ada, ketiga kapan proses pemungutan suara dilakukan, ke empat bagaimana tata cara supaya suara yang mereka berikan pada pemungutan suara nanti sah,” paparnya.

Melawi, kata Ariani, tingkat partisipasi pemilihnya 84 persen, pada tahun 2015 itu tertinggi di Kalbar dan di Indonesia masuk 10 besar. “Artinya masyarakat kita sudah terbuka untuk memilih dan tinggal kita lagi memoles agar pemilih lebih cerdas, dengan mengetahui siapa saja calon yang akan dipilih,” pungkasnya. (DI)