KTT OKI KE 5 Bahas Palestina Dan Al Quds Al Sharif

oleh
oleh

JAKARTA, SKR.COM – Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam – KTT OKI ke 5 akan berlangsung di Jakarta selama dua hari mulai besok.

KTT kali ini disebut sebagai KTT Luar Biasa, karena KTT yang telah berlangsung selama ini, membahas berbagai permasalahan, namun kali ini hanya membahas masalah Palestina dan Al Quds Al Sharif.

Sengketa antara Israel dan Palestina yang telah berlangsung bertahun tahun, seolah tak akan ada hentinya.

Kekejaman Israel  dan penguasaan wilayah Palestina oleh Israel terus berlangsung, diantaranya  sengketa wilayah Yerusalem, dimana Israel terus berupaya mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka. Padahal, wilayah tersebut termasuk daerah kekuasaan Palestina.

Sementara di dalam negeri Palestina juga terdapat kelompok yang berseteru yakni antara Hamas dan Fatah.

Utusan Presiden Republik Indonesia untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Alwi Shihab menegaskan negara-negara OKI harus berupaya membuka mata dunia tentang kekejaman Israel terhadap Palestina, negara-negara OKI juga harus berusaha menghentikan pelanggaran norma kemanusiaan terhadap warga Palestina , jangan sampai terjadi lagi Israel melakukan pengusiran terhadap warga Palestina. dan inilah kesempatan untuk menyuarakan.

Sikap Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina sudah jelas, bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia untuk masyarakat Palestina pun sudah jelas, dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Bentuk dukungan lain dari Indonesia kepada Palestina adalah merealisasikan pembukaan Konsul Kehormatan di Palestina.

Tetapi apalah artinya semua dukungan Indonesia dan sejumlah Negara Anggota OKI jika kedua kelompok di negeri Palestina sendiri tidak dapat menahan diri, masyarakat Islam elahan dunia  di berbagai belahan dunia membantu memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina, tetapi kelompok di dalam negeri Palestina seolah tidak menunjukkan keseriusan untuk bersatu.

Pekerjaan cukup berat bagi OKI kini adalah menyamakan pandangan negera Negara anggota OKI tentang perlakuan Israel terhadap Palestina , sekaligus berupaya menghentikan penguasaan wilayah Palestina oleh Israel, dan lebih penting lagi membantu menghentikan perseteruan antara Hamas dan Fatah jika memang rakyat Palestina serius untuk berdaulat di negeri sendiri. (*)

Sumber: http://www.rri.co.id