Lakukan Penggelapan, Divonis 7 Bulan Penjara

MELAWI, SKR.COM – Akibat nekat menggunakan jabatan untuk melakukan penggelapan, membuat seorang petugas lapangan bagian kolektor di Perusahaan FIF Group berinisial SP harus menanggung akibat dengan pidana kurungan pidana selama 7 bulan. Hal tersebut disampaikan Kepala cabang FIF Group Pos Nanga pinoh, Hasanuddin.
Ia menceritakan kronologis kejadian penggelapan hingga terdakwa divonis dengan kurungan penjara 7 bulan. Pada bulan desember 2016 SP Salah satu karyawan FIF Group Pos Nanga Pinoh, yang merupakan petugas lapangan di bagian kolektor atau bagian penagihan konsumen, menangani kredit macet di daerah bagian Pinoh Selatan.
“Pada saat itu karyawan tersebut ternyata melakukan pelanggaran terhadap ketentuan dan aturan perusahaan. Yang mana karyawan tersebut menerima 1 unit sepeda motor dari konsumen yang mengembalikan motor nya di karenakan sudah tidak bisa melakukan pembayaran seperti biasa. Konsumen itu bernama bapak Harun, beralamat di dusun Nanga Pintas Kecamatan Pinoh Selatan,” katanya.
Kemudian SP, lanjutnya, tidak melaporkan kepada pihak FIF Group, melainkan menjual motor tersebut kepada pihak luar. Oleh SP, angsuran tetap di bayar seperti biasa hingga bulan januari 2017, dan kejadian tersebut  baru di ketahui oleh pihak FIF Group pada bulan Februari 2017 di karenakan pada saat itu di lakukan pertukaran wilayah tagih.
“Kejadian tersebut di laporkan oleh kolektor baru yang menangani wilayah tersebut. Kemudian pihak FIF Group lagsnung melakukan panggilan kepada pihak keluarga SP tersebut, untuk di selesaikan secara kekeluargaan. Namun tidak juga ada tanggapan selanjutnya pihak FIF Group melakukan pelaporan kepolisian ke Polres Melawi. kemudian tersangka dilakukan penangkapan oleh Polres Melawi sejak 31 Maret 2017, setelah di lakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), ternyata ada juga di lakukan penggelapan angsuran konsumen yang bayar dengan yang bersangkutan, namun tidak di setorkan ke pihak FIF GROUP,” jelasnya.
Dengan demikin, SP ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Melawi dan dilakukan penahanan hingga 1 April 2017, diperpanjang oleh penuntut umum sejak tanggal 21 April 2017 sampai dengan 30 Mei 2017.
“Setelah dilakukan persidangaa, maka Sp dikenakan pasal 374 KUHP dan undang-undang nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acra Pidana serta peraturan perundang-undangan lainnya, maka yang bersangkutan menyatakan terdakwa SP melakukan penggelapan dengan menguasai barang itu karena hubungan kerja. Sehingga dijatuhkan pidana terhadap terdakwa kurungan penjara selama 7 bulan. Ini sesuai dengan surat petikan putusan yang disampaikan kepada kami,” ungkapnya.
Hasanudin mengatakan, penggelapan yang dilakukan SP merupakan contoh, sehingga tidak terjadi lagi penggelapan dalam jabatan. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat, agar tidak melakukan pengalihan kredit atau pengalihan tangan terhadap barang yang masih dilakukan kredit.
“Kami juga menghimbau kepada masyarakat, agar jangan berani melakukan pengalihan kredit atau pengalihan tangan terhadap barang yang masih dilakukan kredit tanpa sepengetahuan perusahaan. Sebab hal itu sudah termasuk penggelapan. Jika ingin melakukan pengaihan kredit, harus iketahui perusahaan dan dilakukan sesuai prosedur perusahaan,” pungkasnya. (edi)

 

Posting Terkait