www.suarakapuasraya.com

Terdepan dalam Informasi

MUI Melawi Kecam Aksi Terorisme

MUI Melawi Kecam Aksi Terorisme

MELAWI, SKR.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Melawi mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di Surabaya. Ketua MUI Melawi, Ustadz Joko Supeno Mukti sangat mengutuk tindakan terorisme dan radikalisme terlebih dengan teror Bom.

“Kami dari MUI Melawi sangat menyesalkan dan mengutuk teror bom Surabaya karena ini jelas-jelas perbuatan sangat tercela. Tidak ada agama mengajarkan untuk melakukan tindakan terorisme dan melakukan pengeboman tersebut. Agama manapun tidak ada mengajarkannya,” kata Joko ditemui disela-sela mengikuti kegiatan dialog lintas Agama di salah satu hotel di Nanga Pinoh, Senin (14/5).

Menurut Joko, aksi terorisme dan teror bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya merupakan tindakan oknum-oknum yang tidak memiliki agama. Sebab agama tidak pernah mengajarkan untuk melakukan pengrusakan serta melakukan teror ke rumah-rumah ibadah.

“Bahkan didalam Al quran pun, secara tersirat mengatakan bahwa, dalam perperanganpun, Allah menganjurkan memelihara tempat-tempat ibdah, termasuk tempat ibadah Nasrani dan yahudi. Ini bisa dibaca didalam surat Al Hajj ayat 40. Jadi radikalisme ini suatu penistaan agama yang harus kita basmi bersama,” ungkapnya.

Terpisah, Bupati Melawi, Panji dalam menanggapi teror bom yang terjadi di Surabaya beberapa hari belakangan ini, membuat kita harus berhati-hati, mawasdiri dan mengawasi segala lingkungan serta segala kegiatan yang dilakukan disekitar desa. Dalam hal ini para kepala desa, RT dan RW, terhadap tamu-tamu yang datang untuk dikenali dan diwaspadai.

“Terkait maraknya aksi terorisme, jangan sampai ada kita yang mempercayai bahwa itu adalah sebuah kepercayaan kegiatan keagamaan dan lain-lain. Terorisme terlebih dengan pengeboman tersebut pasti bukan kegiatan orang-orang yang beriman, orang beriman tidak akan melakukan itu. Karena kegiatan itu adalah kegiatan yang kejam, sadis dan sudah luar biasa tidak punya pri kemanusiaan dan tidak mengenal tuhan. Yakin seyakin-yakinnya ini bukan kegiatan orang yang beragama. Tidak ada agama yang mengaajarkan itu. Oleh karena itu jangan mudah terprovokasi dan mudah dibentur-bentur,” paparnya.

Sementara itu terkait antisipasi dan kewaspadaan terhadap aksi teror bom oleh terorisme teersebut, Waka Polres Melawi, Kompol Jajang mengatakan, Kapolda Kalbar beserta jajarannya termasuk Polres Melawi melaksanakan siaga I, yang mana juga disertai bebepa kegiatan pengamanan seperti yang dilaksanakan di hari Minggu, melaksanakan peengamanan di sejumlah gereja dan tempat Ibadah.

“Yang jelas kami dari kepolisian memohon kepada lintas masyarakat, para tokoh agama, tokoh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Jangan mudah terprovokasi, yang akan merugikan kita semua. Kemudian kita lawan terorisme tersebut. kemudian kita juga minta jangan menyebarkan foto-foto yang sadisme, karena itu akan membuat para teroris merasa menang,” ungkapnya.

Hingga sekarang, tambahnya, pihak Polres Melawi masih siaga I, kemudian ditempat-tempat ibadah dihimbau agar memberi tahu jika ada kegiatan keamanan. Supaya sebelum kegiatan keagamaan dilakukan seterilisasi. “Kemudian ditempat ibadah muslim juga, karena sebelum teror bom di gereja, yang menjadi target mereka pihak Muslim, dengan menargetkaan para ulama yang membuat dilema dari para kiyai atau para ustraz untuk berceramah. Namun begitu, Alhamdulillah, sampai detik ini di Kalbar belum ada laporan,” pungkasnya. (DI)

Subscribe

No Responses

Comments are closed.