Nekodimus Soroti Lemahnya Komitmen Perusahaan Perkebunan Terhadap Infrastruktur Desa

oleh
oleh
Anggota DPRD Sintang, Nekodimus.

SINTANG — Anggota DPRD Sintang, Nekodimus, mengkritik perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah desa tanpa memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan infrastruktur.

Ia menyebut, sejumlah perusahaan seperti PT Pinantara Intiga di Ensabang dan PT ACM di Sungai Jaung hingga kini belum maksimal memperbaiki jalan menuju desa-desa sekitar, meski telah beroperasi puluhan tahun.

“PT Pinantara Intiga sudah 29 tahun di sana. Tapi jalan ke Semuntai dan Sejirak masih berlumpur,” kata Nekodimus kepada sejumlah awak media di DPRD Sintang belum lama ini.

Ia menilai, perusahaan tidak seharusnya hanya mengambil keuntungan dari hasil kebun tanpa memperhatikan akses jalan yang digunakan masyarakat setiap hari.

Ia juga menekankan pentingnya kontrol dan sanksi dari pemerintah daerah terhadap perusahaan yang tidak menjalankan tanggung jawab sosialnya.

Menurut Nekodimus, DPRD terus mendorong agar perusahaan menanggapi keluhan masyarakat soal infrastruktur. Namun, tanggung jawab terbesar tetap berada di tangan eksekutif yang memiliki kewenangan regulasi dan perizinan.

“Izin-izin itu ada di pemerintah. Pengawasan kami hanya politis, bukan strategis,” ucap Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini.

Oleh sebab itu, dewan senior ini berharap Pemkab Sintang bisa mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang tidak memiliki kontribusi nyata, terutama yang beroperasi di desa-desa terpencil dan pinggiran.

“Kalau perusahaan tidak peduli, dan pemerintah tidak tegas, rakyat kita yang terus jadi korban dari janji-janji yang tak ditepati,” pungkas Nekodimus.