Pasar Tradisional di Melawi Nyaris Ambruk

141
Bagian dalam pasar tradisional di Laja yang sudah runtuh ke sungai

MELAWI, SKR.COM – Sejumlah pedagang mulai meninggalkan lapak di pasar Sayur yang ada di Desa Paal kecamatan Nanga Pinoh. Dari sekitar 50 pedagang yang pernah menempatinya kini hanya tersisa sekitar 3 pedagang saja.

Pasalnya kondisinya saat ini sudah sangat memprihatinkan. Setengah dari bagian dalam pasar tersebut sudah runtuh, dan sebagian lapak yang ada dalam kondisi rusak bahkan beberapa diantaranya nyaris ambruk.

Rasyid (45) salah satu pedagang yang masih bertahan di kios tersebut berharap kepada pemkab Melawi segera memperbaiki lapak yang rusak, sehingga mereka bisa berjualan dengan tenang di sana, dan beberapa pedagang yang sudah pindah bisa kembali lagi berjualan di sana.

“Dulu ada sekitar 50 orang yang jualan di sini, sekarang hanya tinggal kami bertiga saja, terpaksa kami masih di sini karena memang tidak ada tempat lain yang bisa dipergunakan untuk berjualan,” kata Rasyid ditemui di lokasi lapaknya, kemarin.

Pasar sayur tersebut dibangun pada jaman kepemimpinan bupati Melawi Suman Kurik pada tahun 2005 silam. Kata dia setiap hari mereka harus membayar retrebusi sebesar Rp 2 ribu, dan Rp 5 ribu perbulan sehingga jumlah ke seluruhannya mencapai Rp 65000 perbulan. Namun sayang kondisi pasarnya sangat memprihatinkan.

“Maka dari itu kami berharap agar pemkab bisa membangun segera, supaya tidak ada pedagang ataupun penjual yang menjadi korban karena pasar akan ambruk,” pungkasnya. (DI)