MELAWI, SKR.COM – Bupati Melawi, Panji mengaku terpukul dengan adanya musibah kebakaran yang menghanguskan kantor bupati pada Sabtu (19/11) sekitar pukul 05. 00 WIB itu. Dimana waktu kejadian dirinya sedang melaksanakan tugas luar di Pontianak.
“Sekitar jam 6.00 pagi saya baru dikasi tahu, kemudian pukul 8.40 saya langsung berangkat dari Pontianak ke Sintang, dan saya langsung pulang ke Melawi. Siangnya mengadakan rapat yang melibatkan seluruh SKPD pada siang harinya,” katanya kepada awak media.
Panji mengaku, adanya musibah ini membuatnya sangat terpukul. Karena banyak hal yang akan menimbulkan kesulitan akibat kejadian ini, terutama berkaitan dengan kelengkapan berkas dan lain sebagainya. Atas kejadian ini, pihaknya akan segera membuat laporan kepada aparat kepolisian, sehingga pihak kepolisian bisa melaksanakan penyelidikan.
Bupati juga mengatakan penanganan kasus kebakaran ini kami serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
“Pihak kepolisian akan menganalisa dan penyelidikan apa yang sebenarnya menjadi penyebab terjadinya kebakaran ini, kita tidak mau menafsirkan dan menerka-nerka, kita lihat saja nanti bagaimana hasil kepolisian,” jelasnya.
Lanjut Panji, direncanakan kantor-kantor SKPD yang terbakar akan dipindahkan sementara ke kompleks pendopo Bupati Melawi. Sebab ada beberapa SKPD yang tidak bisa dipisahkan antara satu dan yang lainnya.
“Ada tiga titik tempat alternatif yang akan kita pakai yang pertama masih di kompleks pendopo bupati, di sekretariat daerah, kemudian di rumah dinas wakil Bupati Melawi, kita sudah utus asisten III untuk survey. Kita harap meskipun bangunan sederhana pelayanan masih berjalan normal,” jelasnya.
Bupati mengungkapkan, pemkab juga akan mempercepat pembangunan kantor bupati Melawi yang baru di KM 7, bahkan pemerintah juga sudah menganggarkan Rp 20 miliar untuk tahun 2017, dan anggaran itu sudah masuk KUA PPAS.
“KUA PPAS sudah disetujui oleh dewan bersama dengan bupati, dan kami sangat percaya teman-teman di dewan akan sangat mendukung, kita akan minta proses hukum dipercepat. Kita juga akan minta tolong dari pihak terkait, sehingga kendati proses pembangunan cepat namun dari segi hukum tetap benar,” paparnya.
Terpisah, Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya U.Y, pada saat kejadian dirinya ada di rumahnya di Desa Sidomulyo Nanga Pinoh. Ia saat itu sedang tidur, dan yang pertama memberitahu yakni Ajudannya.
“Saya kaget, ajudan saya telpon, bahwa kantor bupati terbakar.mendengar laporan dari ajudan, saya langsung kelokasi” katanya. (Irawan)
