Pemkab Melawi Gelar Pencanangan Belkaga

61

SINTANG, SKR.COM – Pemerintah Melawi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi melaksanakan kegiatan Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga), Selasa (9/10) pukul 07.30 wib bertempat di SMPN 1 Nanga Pinoh. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekda Melawi, Kepala Dinkes Melawi, Forkopinda, Camat, Ketua PKK,Kepala Puskesmas Nanga Pinoh, Kepala SMPN 1 Nanga Pinoh beserta seluruh dewan guru dan seluruh siswa SMPN 1 Nanga Pinoh.

Kepala Dinkes Melawi, dr. Ahmad Jawahir yang juga selaku Ketua Panitia pada kesempatan itu menyampaikan beberapa hal. Diantaranya Filariasis atau biasa disebut masyarakat dengan sebutan penyakit Kaki Gajah adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Cacing Microfilaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.

“Sedikitnya ada 23 jenis nyamuk yang dapat menularkan penyakit ini sehingga siklus penularan nya dari penderita yang sakit kepada orang yang sehat sangat cepat,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, angka kematian akibat dari penyakit ganas menahun ini relatif rendah namun bekas yang ditimbulkannya sangat merugikan penderitanya karena dapat menyebabkan cacat seumur hidup. Sehingga mengganggu aktivitas dan menurunkan produktivitas seseorang.

“Sehingga perlu dilakukan pencegahan dengan minum obat yang sudah disediakan pemerintah,” ucapnya.

Dalam pencegahan kaki gajah di Melawi dilaksanakan pada Oktober ini. Dimana seluruh penduduk Melawi usia 2 – 70 tahun keatas untuk minum obat Pencegah Kaki Gajah pada saat pencanangan Belkaga bulan Oktober ini.

“Kecuali ibu hamil dan orang dengan penyakit berat harus konsultasi dengan dokter sehingga dapat memutus rantai penularan Filariasis di Melawi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Melawi, Drs. Ivo Titus Mulyono mewakili Bupati Melawi dalam arahannya menyampaikan kesehatan merupakan modal utama dalam suatu pembangunan, untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Melawi.

“Pada saat ini Pemerintah Melawi sedang berupaya untuk mewujudkan Melawi menjadi kabupaten sehat. Namun dengan masih ditemukannya beberapa kasus penyakit menular khususnya kaki gajah, maka memerlukan perhatian serius dari kita semua,” ucapnya.

Maka dari itu, lanjutnya, dengan adanya pemberian obat pencegahan massal Filariasis pada tahun 2018, dimana pada sebelumnya setelah putaran ke – 5 tahun 2011 sampai dengan tahun 2015, Melawi dinyatakan mengulang pemberian obat pencegahan massal filariasis diseluruh Melawi. Dikarenakan masih ditemukannya kasus baru Filariasis dengan adanya Mikrofilaria lebih dari 1 persen setelah diadakannya pre transmission assesment survey atau survei awal pasca pengobatan.

“Pelaksanaan program pemberian obat massal pencegahan Filariasis akan berlanjut sampai dengan Tahun 2018, yakni pada kegiatan bulan eliminasi kaki gajah setiap bulan Oktober. Dengan demikian diharapkan bersama pada tahun 2019 Melawi merupakan satu – satunya kabupaten di Kalimantan Barat yang memenuhi standar WHO,” harapnya.

Pada kegiatan tersebut dilakukan pelepasan balon sebagai simbolis pencanangan belkaga tahun 2018 di Melawi oleh Ketua TP PKK Melawi. Serta juga diadakan senam Belkaga bersama dipimpin oleh Panitia Belkaga Melawi, serta penampilan tarian dari siswa/siswi SMPN 1 Nanga Pinoh. (DI)