PGRI Melawi Gelar Konfrensi Kerja Tahun 2017

336
Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono ketika membuka kegiatan Konfrensi Kerja tahunan PGRI Melawi

MELAWI, SKR.COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PRGI) Kabupaten Melawi, Rabu (7/2) melaksanakan konfrensi kerja PGRI tahun 2017 di rungan aula gedung hotel Cantika Nanga Pinoh.

Acara tersebut dibuka oleh Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono. Hadir dalam kegiatan itu, Ketua PGRI Provinsi, Prof. Drs. Samion AR, Ketua PGRI Melwi, Surinsyah, Perwakilan Disdik Melawi, Samian, dan seluruh guru yang tergabung di PGRI Melawi.

Pada kesempatan itu, Ketua PGRI Melawi, Suriansyah mengatakan, konfrensi tersebut merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya untuk menyatukan persepsi dan menyepakatai beberaapa hal untuk perkembangan organisasi PGRI itu.

“Dalam konfrensi ini, kami akan mendata yang failit anggota PGRI yang ada di kabupten Melawi. Yang kedua meningkatkan iuran Anggota yang sebelumnya masing-masing anggota hanya sebesar Rp. 4 ribu per bulan,” kata Suriansyah.

Sementara itu, ketua PGRI Provinsi Kalbar, Prof, Drs Samion AR mengatakan, PGRI berjuang bersama untuk mengisi kemerdekaan, kehadiran PGRI bukan untuk menjadi pesaing. Namun PGRI adaah mitra kerja pemerintah. Oleh sebab itu, hampir semua anggoita PGRI ini adalah PNS.

“Saya berharap kita sebagai anggota PGRI bisa membanggakan. Untuk itu seluruh jajaran, harus berupaya untuk berkomitmen memajukan dunia pendidikan”.

Menurut Samion, bagaimana standar pelayanan minimal bisa terpenuhi hal itu juga perlu adanya komitmen bersama Pemerintah daerah. Tidak hanya itu, terkait upaya mengembangkan dunia pendidikan, juga memerlukan kekompakan guru.

“Kalau tidak kompak bagaimana mau sama-sama membangun,” ucapnya.

Ditempat yang sama pula, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Melawi yang hadir untuk mewakili Bupati Melawi,  mengatakan seiring dengan perkembangnya guru, wajib bagi setiap guru untuk melaksanakan amanat negara.

“Untuk itu, diharapkan organisasi PGRI semakin mampu mengatasi persoalan yang semkin komplek. PGRI sebagai organisasi guru harus mengembangkan profesional guru. Secara pribadi guru juga dituntut profesional,” ucapnya.

Ivo menambahkan, terkait perkembangan organisasi Semoga Konfrensi dapat menghasilkn keputusan yang bisa mengembangkan organisasi dan dunia pendidikan Melawi.

“Terkait perkembangan organisasi, iuran merupakan suatu upaya untuk mengembangkan organisasi. Tanpa ditunjang oleh dana tak akan bisa jalan, satu-satunya sumber dana yang efektif itu ya dari anggota,” pungkasnya. (Edi)