SINTANG, SKR.COM – Banyak masyarakat lega dan bersyukur dengan suksesnya pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Sintang yang berlangsung lancar dan kondusif.
Kerjasama ideal para pihak dalam mewujudkan proses demokrasi yang berkualias mendapatkan apresiasi.
Meski sebelumnya muncul prediksi proses Pilkada Sintang akah berlangsung alot dan keras, namun faktanya semua berlangsung sangat kondusif, stabilitas politik dan keamanan bisa terjaga dengan baik.
“Ini adalah sejarah baru dimana tingkat kecerdasan berdemokrasi masyarakat Sintang sudah sangat tinggi dan tidak lagi tersekat masalah SARA yang selama ini membuat mereka lelah karena tidak mengubah masalah dasar masyarakat Sintang,” ujar Umar Dani, Direktur LSM Bendera Kabupaten Sintang kepada media ini, Minggu (10/1) di Sintang.
Dia menilai suksesnya Pilkada Sintang 2015 tentunya tidak terlepas dari kesuksesan seluruh masyarakat Sintang yang menginginkan pilkada berkualitas dan tentunya kata dia peran seorang pimpinan daerah khususnya Pj Bupati Sintang memberikan warna tersendiri dalam perhelatan demokrasi yang belum lama berakhir.
“Ada tanggung jawab yang sudah berhasill ditunaikan,” kata dia.
Secara moral, ditunjuknya Pj dalam event pilkada serentak 2015 ujar Umar adalah memastikan suksesnya pilkada karena merupakan agenda nasional.
“Saya bersama sejumlah rekan-rekan LSM di Sintang memberi apresiasi kepada bapak Akim yang telah berhasil mengkondisikan pilkada sintang yang berkualitas dan bermartabat, sukses konsolidasi Forkorpimda Sintang serta fasilitasi serius yang diberikan ke para pihak telah menimbulkan sejarah baru terselenggaranya pilkada yang berkualitas,” jelasnya.
Dia juga bersyukur meskipun dalam proses pilkada yang berjalan muncul ketakutan para pihak tentang perubahan fundamental di struktur pemerintahan seperti yang terjadi di daerah lain yang dilakukan seorang Pj, namun ternyata tidak terjadi di Sintang.
“Didaerah lain Pj Bupati nya belum apa-apa telah membuat kebijakan yang justru memperkeruh suasana pilkada setempat seperti mutasi besar-besaran pejabat,” ujarnya.
Tentunya hal itu kata dia membuat resah serta mengganggu suasan kondusif di daerah tersebut. “Tetapi kekisruhan itu tidak terjadi di Sintang dan inilah yang kamu apresiasi karena pilkada berkualitas dan bermartabat akan bisa dicapai jika pimpinan daerah juga berkualitas dan bermartabat. Ini fakta yang mesti menjadi catatan penting dan jangan pernah terlupakan,” katanya.
Begitu juga kata dia mengenai kualitas kinerja KPU, Panwaslu, aparat keamanan serta media massa dalam pilkada kali ini perlu diapresiasi.
“Kami acungkan jempol, karena lembaga-lembaga ini adalah garis terdepan dalam melaksanakan dan memberikan pengawasan serta pengamanan pilkada sehingga berjalan dengan baik dan demokratis,” ujar Umar Dani.
Sementara Ketua Forum Peduli Pembanguan Sintang (FPPS) Adrianto berpandangan bahwa bukan hanya sukses Pilkada sintang saja yang diapresiasi dari seorang Pj Bupati, tetapi kesuksesannya dalam mengambil keputusan juga sangat luwes dan tidak kaku, sehingga apapun keputusan dan kebijakannya selalu diterima semua kalangan dengan baik.
Hal itu bisa dilihat dari akuntabilitas birokrasi serta pembangunan sintang yang lebih baik.
Sedangkan, Ketua LSM Aksi Bangsa M Agustiansyah mengatakan bahwa dia sangat mengapresiasi kerja pimpinan daerah terkait pelaksanaan pilkada, “Sebab sukses Pilkada Sintang tidak lepas dari kualitas penyelenggaraan pemerintah yang baik pula dan ini mesti menjadi contoh buat Para Elit di Kalbar,” ujarnya.
Akademisi Universitas Kapuas Sintang, Victor Emanuel menilai meningkatnya kesadaran pemilih dalam sebuah proses demokrasi adalah salah satu parameter dalam menilai keberhasilan pelaksanaan demokrasi yang menjadi sistem yang dipilih bangsa ini.
“Partisipasinya sampai 75,66 persen dan itu sudah tinggi,” jelasnya.
Semakin paham rakyat dengan sebuah proses demokrasi dan semakin meningkatnya partisipasi pemilih, itu tidak terlepas dari peran semua pihak, ada eksekutif, penyelenggara, aparat keamanan termasuk lembaga politik sebagai representasi sahnya proses demokrasi dan keberhasilan ini patut diapresiasi,” jelasnya.
Beragam dinamika yang muncul dalam proses pilkada adalah bentuk demokrasi dan segala bentuk kekurangan yang terjadi mesti menjadi landasan untuk evaluasi.
“Ada yang harus dipahami masyarakat yakni demokrasi tidak lahir begitu saja dengan diproklamirkan dan dituliskan dalam suatu piagam, melainkan harus dihidupkan sungguh-sungguh dalam asuhan, binaan dan latihan, bukan lewat mekanisme instan,” katanya.
Dia berharap Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang akan mengemban jabatan hingga lima tahun mendatang bisa memberi aura positif dalam proses demokrasi di Sintang dan meningkatkan kesadaran berpolitik rakyat sehingga di setiap event demokrasi yang akan berlangsung dalam lima tahun mendatang kecerdasan politik masyarakat makin terasah dan partisipasi pemilih bis aterus meningkat.
“Artinya dengan meningkatnya kesadaran politik diharapkan masyarakat bisa semakin memahami mana yang menjadi hak dan kewajiban dan meningkatnya kesadaran itu bisa menempatkan masyarakat sebagai pengawas yang efektif terhadap proses demokrasi dan pembangunan di Kabupaten Sintang,” ujarnya.
Program yang sudah berjalan dan ada hasilnya kata Victor diharapkan tetap dijalankan dengan perbaikan dan terpenting tidak ada kebijakan balas dendam dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
“Petakan dan temukan permasalahan serta segera ambil kebijakan populis yang benar-benar diperlukan dan dibutuhkan rakyat di 14 kecamatan,” tukasnya. (Hry)
