Pleno KPU Melawi, Pasangan Panji-Dadi Peroleh Suara Terbanyak

????????????????????????????????????

MELAWI, SKR.COM – Pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kabupaten Melawi yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Melawi di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Rabu (16/12) berjalan lancar.

Pleno yang dihadiri Sekda Pemkab Melawi, Drs. Ivo Titus Mulyo, LO Kodim, Mayor Infantri Napitupulu dan Kapolres Melawi, AKBP Cornelis. MS tersebut, telah memperoleh Hasil.

Dari jumlah suara sah sebanyak 133.442, KPU menetapkan pasangan calon Panji, S. Sos dan Dadi Sunarya Usfa Yusra, Amd, sebagai pasangan yang memperoleh suara terbanyak, dengan jumlah totoal sebanyak 74.640. Sementara pasangan H. Firman Muntaco, SH., MH dan Drs. Jhon Murkanto Ajan, Msi hanya memperoleh suara 58.982.

Hasil pleno tersebut ditandatangani oleh saksi pasangan nomor urut 1, namun tidak ditandatangni oleh pasangan nomor urut 2, meskipun hadir dalam pleno itu.

“Meskipun pasangan noor urut 2 tidak menandatangani, tidak mempengaruhi jalannya penetapan pleno hasil yang kali lakukan hari ini,” ungkap Julita usai melaksanakan Pleno, (16/12) malam.

Julita mengatakan, dalam pelaksanaan pleno tidak terdapat kendala dan permasalahan, sehingga bisa terselesaikan dengan lancar, sesuai dengan yang ditargetkan KPU yakni pelaksanaan pleno bisa selesai dalam 1 hari.

“Dalam pelaksanaan pleno memang ada koreksi dan perbaikan yang kami lakukan, namun hanya terkait data pemilih yang memang input berbeda dari petugas PPK, dan semua bisa brjalan dengan lancar.

Sebelumnya, pelaksanaan Pleno yang dijdwalkan pada pukul 09.00 WIB, harus tertunda karena harus menunggu kedatangan saksi pasangan nomor urut 2 yang belum hadir. Sehingga pelaksanaan pleno baru bisa dimulai sejak pukul 11.00 WIB.

Setelah semua saksi hadir, pelaksanaan pleno pun dilaksanakan, dengan masing-masing saksi pasangan calon berjumlah 4 orang dan satu orang juru bicara. Juru bicara saksi pasangan nomor urut 1 yakni Biang Lala, sementara juru bicara nomor urut 2 Iif Usfayadi.

Namun selang beberapa jam, pelaksanaan pleno pun baru dilakukan kepada 1 kecamatan, juru bicara pasangan nomor urut 2 yakni Iif Usfayadi memilih untuk keluar dari ruangan karena ada urusan lain. Sementara 3 orang saksi dari nomor urut 2 lainnya tetap berada didalam ruangan hingga pelaksanaan pleno selesai.

Iif yang diwawancarai ketika meninggalkan ruangan mengatakan, dirinya meninggalkan rapat pleno karena pada perinsipnya saksi dari paslon nomor dua tidak menginginkan terjadinya keterlambatan rapat pleno rekapitulasi ditingkat KPU. Kata dia,  karena kalau dirinya mengikuti proses pleno tersebut akan terjadi perdebatan-perdebatan yang sangat panjang sehingga menguras waktu baik dari petugas penyelenggara maupun dari pihak keamanan.

“Maka dari itu, kami akan menyampaikan secara tertulis melalui formulir keberatan, karena kami sudah memiliki data-data melalui C-1 yang sudah kami himpun dan akan kami sampaikan saat terahir nanti,” ungkapnya.

Iif menambahkan, adapun yang menjadi keberatan dari saksi pihak Paslon dua terhadap hasil rekapitulasi perolahan suara ditingkat PPK, diantaranya karena adanya selisih perhitungan perolahan suara.

“Kami tidak bisa mengatakan hal ini ada kecurangan atau tidak, yang jelas indikasi pasti ada,” ujarnya.

Dia mencontohkan di Kecamatan Belimbing, C-1 yang mereka pegang berbeda dengan C-1 saat pleno.Diantaranya kata Iif, di Desa Laman Bukit Kecamatan Belimbing. Menurut Iif, selisih perolehan suara di Laman Bukit tersebut memang  sekali. “Masalah ini sudah kami sampaikan ke Panwas,” ucapnya.

Untuk menindaklanjuti ketidak puasan dari Paslon nomor urut dua terhadap hasil rekapitrulasi, dari pihak Paslon nomor urut dua akan bawa persoalan tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Makanya saksi menolak semua hasil rapat pleno rekapitulasi perolehan suara di PPK,” ujarnya.

Namun terkait pom keberatan, Ketua Julita meminta agar saksi yang ingin menyampaikan keberatannya dengan mengisi fom keberatan diruangan tempat dilaksanakannya pleno terbuka. “Saksi yang keberatan silahkan sampaikan melalui form keberatannya disini, tidak ada yang diisi diluar,” paparnya.

Meskipun begitu, pelaksanaan pleno tetap berjalan dengan lancar, hingga hasil rapat pleno tersebut pun ditetapkan pasangan nomor urut 1 yakni Panji-Dadi (PADI) sebagai pasangan yang memperoleh suara terbanyak. (Irawan)

Posting Terkait