www.suarakapuasraya.com

Terdepan dalam Informasi

Ponton Beroperasi, Pendapatan Jasa Penyeberangan di Desa Popai Menurun

Ponton Beroperasi, Pendapatan Jasa Penyeberangan di Desa Popai Menurun
????????????????????????????????????

MELAWI, SKR.COM – Puluhan usaha jasa penyeberangan sungai menggunakan perahu tempel di Desa Popai, Ella Hilir, Melawi, Kalbar, kini mengeluhkan pendapatan dari sumber mata pencaharian mereka setiap hari. Seperti yang dikatakan seorang penambang jasa penyeberangan, Romi. Ia mengatakan sejak ponton milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Citra Mahkota (CM) beroperasi sebagai alat penyeberangan di Desa Popai, penghasilan usaha jasa penyeberangan sungai pun terkena imbasnya.

Menurut Romi, yang dulunya warga banyak menggunakan jasa penyeberangan perahu tempel, saat ini menjadi berkurang drastis, karena sudah ada ponton milik PT CM yang dimanfaatkan masyarakat untuk menyeberang pulang dan pergi secara geratis.

“Sebelum ponton beroperasi, hasil jasa penyeberangan setiap hari cukup lumayan, Namun, setelah ponton tersebut beroperasi, pendapatan kami langsung mengalami penurunan. Tarif penyeberangan untuk 1 unit kendaraan roda dua Rp 20.000 dan untuk perorangan dibadrol Rp 5.000,” ujarnya di penyeberangan Desa Popai beberapa hari yang lalu.

Diceritakan Romi, sebelum ponton beroperasi, dirinya bisa berpenghasilan dari jasa penyeberangan tersebut mencapai 8-10 unit kendaraan roda dua setiap harinya, namun saat ini tak menentu.

“Kalau pun ada, hanya sekitar 2 unit kendaraan yag kami seberangkan setiap hari. Kadang juga dalam 1 hari tidak ada yang kami seberangkan,” keluhnya.

Dia meminta dan berharap kepada pihak manajemen PT CM, agar masyarakat umum ataupun karyawan PT Citra Mahkota yang menggunakan jasa penyeberangan pulang dan pergi tidak diperbolehkan menggunakan ponton, sehingga penghasilan mereka kembali seperti semula.

Lebih lanjut Ia mengatakan, masalah ini sebenarnya sudah sering disampaikan kepada manajemen PT CM, namun belum ada tanggapan hingga saat ini. “Kami penambang meminta solusi kepada pihak PT CM untuk menanggapi keluhan hasil mata pencaharian kami sehari-hari ini semakin merosot,” pintanya.

Hal senada juga disampaikan Muhtar, yang juga seorang penambang jasa penyeberangan dari Desa Popai. Ia mengaku mengeluhkan hasil dari usaha penyeberangan yang dilakoni dirinya setiap hari sebagai pekerjaan menetapnya saat ini sudah sangat berkurang.

Muhtar menuturkan, diwilayah Desa Popai, ada sekitar 40 orang warga menggantungkan ekonomi penghasilah untuk menghidupi keluarga setiap hari dari usaha jasa penyeberangan menggunakan perahu tempel tersebut.

“Sekarang dah semakin letih, penghasilan tak seberapa, beli rokok sebungkus pun tak mampu lagi. Lain dengan dulu sebelum ponton ada, ratusan ribu masih ada yang kita bawa pulang kerumah,” ujarnya.

Dia juga berharap kepada pihak manajemen PT CM, ada langkah-langkah yang baik untuk menyikapi persoalan yang dihadapi mereka saat ini, sehingga hasil usaha jasa menambang tersebut bisa normal seperti dulu atau meningkat lagi untuk sekedar menghidupi keluarga mereka sehari-hari. (DI)

Subscribe

No Responses

Comments are closed.