SEKADAU, SKR.COM – Proyek pembangunan sumur bor di Desa Bukit Rambat, Kecamatan Belitang Hulu sebanyak tiga unit yang dibiayai dari ADD tahun 2015 terkesan gagal. Nilai proyek itu diperkirakan lebih dari seratus juta rupiah.
Masing-masing berada di Dusun Balau Lambing satu unit dan dua unit di Dusun Lumut. Proyek tersebut dianggap mubazir karena sampi saat ini tidak dapat difungsikan. Bahkan, bangunan sudah dikelilingi semak belukar.
Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku sangat menyayangkan tidak berfungsinya sumur bor tersebut. Sebab, bangunan itu dapat menjadi sumber air bersih bagi warga jika berfungsi dengan baik.
“Yang ada sekarang malah ditumbuhi rumput ilalang,” ujarnya.
Selain tidak berfungsi, pembangunan sumur bor itu juga disinyalir tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, proyek tersebut seharusnya menggunakan panel surya sebagai pembangkit. Faktanya, pihak pelaksana pekerjaan malah menggunakan mesin diesel sebagai pembangkit.
Kepala Desa Bukit Rambat, Bakui, saat dikonfirmasi menyatakan proyek tersebut memang didanai oleh dana desa (DD) tahun 2015. Namun, karena sisa DD tahun 2015 sebesar 20 persen belum cair, pihak pelaksana pekerjaan menalangi terlebih dahulu pembiayaan proyek.
“Soal sumur bor itu, kerja duluan. 20 persen DD tahun 2015 belum keluar, kita sudah koordinasi dengan pihak (Badan) Pemdes,” kata Bakui melalui pesan singkatnya.
Saat ditanyai tentang spesifikasi teknis pekerjaan yang mestinya menggunakan panel surya, Bakui juga tidak menampik. “Itu pun siap diganti, tidak perlu dipermasalahkan, pihak pelaksana siap kok. Bukan kepala desa yang ngerjakannya. Terimakasih atas infonya, dan semua bisa diperbaiki,” ujar Bakui.
Anggota DPRD Sekadau, Damre Sepejo ketika dikonfirmasi secara terpisah mengaku sangat menyayangkan adanya proyek yang menggunakan uang negara tapi tidak mampu memberikan manfaat untuk masyarakat.
“Kita sayangkan jika ada yang tidak tepat sasaran. Apapun yang dibuat harus bisa menyentuh masyarakat,” tutur Damre.
Politisi PKPI ini dengan tegas meminta instansi terkait untuk meninjau kembali atau mengevaluai kegiatan-kegiatan fisik di seluruh desa, khususnya di Desa Bukit Rambat.
“Kita minta instansi terkait cek ke seluruh desa, supaya tidak ada yang mubazir,” tegas Damre.
Camat Belitang Hulu, Yapet Simon saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan tentang mangkraknya proyek sumur bor di Bukit Rambat. “Saya belum ada terima laporan, nanti kita akan koordinasi dengan desa setempat,” janji Yapet.(Benny)
