www.suarakapuasraya.com

Terdepan dalam Informasi

RSUD Soedarso Pulangkan Pasien

RSUD Soedarso Pulangkan Pasien

MELAWI, SKR.COM – Tari Saputri (5) seorang bayi malang yang menderita kelainan dikepala bagian kirinya sejak lahir, dipulangkan ke kampung halamannya, setelah tiga hari dirawat dan ditangani dokter Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso Pontianak, hingga pihak rumah sakit menyatakan tidak mampu menanganinya.

Taufik satu di antara relawan, koordinator penggalangan dana, bersama rekan-rekan, menyempatkan,diri melihat kondisi Tari, sebelum dibawa kedua orang tuannya,kekampung halaman.

“Kedua orang tua Tari memang pasrah. Dari keterangan dokter  di RSUD, Soedarso Pontianak, tidak dapat mengambil tindakan operasi benjolan  dikepala Tari,  karena tempurung kepalanya juga berada di area itu. Kemarin kami sempatkan menjenguk, di Nanga Pinoh,  sebelum dibawa ke kampung,” ungkapnya.

Taufik mengatakan,dengan kondisi demikian,memang alternnatif,Tari dibawa ke RSCM Jakarta. Inipun belum tentu, bisa ditangani,  sementara pihak keluarga sendiri, tergolong tidak mampu.

“Bahkan katanya dokter mengatakan memang harus dibawa ke luar negeri,” ungkapnya.

Penyakit yang mungkin langka diderita Bayi malang Tari Saputri yang berusia 5 bulan, memantik empati, sejumlah kalangan masyarakat. Sementara ironisnya pemerintah daerah belum, melakukan tindakan apapun.

Meski berbagai upaya, sudah dilakukan untuk menyembuhkan  Tari  namun kedua orang tuanya, tidak memiliki pilihan, selain membawa kembali bayi mereka. kekampung halaman di Desa,Kerangan Purun, Kecamatan Sayan.

Bagi donatur sekiranya ingin membantu dapat,  melalui nomor rekening, 7095911336 Bank Syariah Mandiri (BSM) atas nama Janudin atau menghubungi kerabat Dedi Hartono. 082148440984. Melihat kondisi ini,Taufik bersama, Gerakan Pemuda Juang Melawi (GPJM), menggalang dana bantuan setidaknya meringankan beban orang tua bayi Tari, yang tergolong tidak mampu. “Kedua orang tuanya petani biasan,” imbuhnya.

Mendapati informasi apa yang diderita, Tari pihaknya kemudian bersama pemuda, dari BEM STKIP Melawi, kemudian OSIS Madrasah Aliyah, dan beberapa komunitas, menggelar simpatik turun ke jalan dan persimpangan. Hasilnya akan kurang lebih. Rp 8 juta dan yang terkumpul akan  mereka salurkan ke rekening orang tua Tari.

“Ini wujud rasa empati kita, melihat kondisi bayi. Kalau kita melihatnya memang sedih rasanya,” pungkasnya. (Irawan)

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan