www.suarakapuasraya.com

Terdepan dalam Informasi

Akim Bantah Akan Melakukan Mutasi Beser-Besaran

Akim Bantah Akan Melakukan Mutasi Beser-Besaran

SINTANG, SKR.COM – Adanya isu mutasi besar-besaran di lingkungan pemerintah Kabupaten Sintang, pada Januari 2016 ini, di bantah oleh Penjabat Bupati Sintang, Dr. Alexius Akim, MM.

Akim menilai isu itu hanya sekedar rumor,  selain itu ia juga memastikan tidak akan terjadi roda mutasi di pemerintah sintang.

“Kita tidak melakukan mutasi jabatan eselon itu hanya sekedar rumor,” tegas Akim, saat ditemui diruang kerjanya, beberapa hari yang lalu.

Selain itu, menurut Akim, untuk menempatkan orang dalam posisi jabatan tidaklah mudah. Perlu adanya kajian-kajian yang dalam ketika menempatkan pegawai  sebagai kepala SKPD.

Dan yang terpenting, kata Akim, keberadaannya di sintang ini bagaimanan dapat mengelola pemerintahan ini tidak dengan kegaduhan.

“Kalau sudah gaduh itu payah. Mungkin masyarakat sudah mendegar dan melihat apa yang sudah saya lakukan selama ini di sintang,”tuturnya.

Kemudian, Akim mengajak seluruh masyarakat sintang, untuk bersama-sama menjaga sintang agar kondusif, aman dan nyaman.

“Tahapan pilkada sudah selesai, mari kita sama -sama kembali bersatu dan bersama melakukan pembangunan di sintang ini,” ajaknya.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Sintang Terpilih, Askiman kembali meminta kepada pejabat eselon yang ada di Pemerintah Sintang untuk tidak gelisah. Sebab, Pasangan Jarot -Askiman akan melakuakan penempatan pejabat secara profesional dan terbuka.

“Yang kita ingin pejabat yang mau bekerja sama dan satu visi dan misi kita dalam melakukan pembangunan di lima tahun kedepan di sintang nantinya,kemudian profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” kata Askiman.

Lanjut Askiman, sebagai Bupati – Wakil Bupati terpilih di sintang, pihaknya saat ini tidak fokus ke mutasi jabatan para eselon, melainkan fokus untuk merekrut tenaga auditor di Inspektorat.

“Tenaga auditor kita sekerang hanya 25 orang sementara, desa kita ada 398, kemudian SKPD kita ada 20, kecamatan ada 14. Bagaaimana dengan tenaga auditor 25 bisa melakukan audit, saya rasa ini menjadi kendala kita bersama,” ungkapnya.

“Akan segera kita carikan solusinya, rencananya kita akan menambah ratusan tenaga auditor di inspektorat untuk memperketat bidang pengawasan di pemerintah sintang,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pantaunya, Askiman memaparkan bahwa hingga saat ini sudah terjadi kebocoran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) di sintang sebesar 10 miliar.

“Nah, kondisi ini yang harus kita kawal ketat, jangan sampai, anggaran SPPD yang ada dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” tegas Askiman. (Amd)

Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan