Tiga Mahasiswa Universitas Negeri Malang Merancang Model Pembelajaran Baru

528
Wujud Sumbangsih Untuk Dunia Pendidikan, Tiga Dara Ciptakan Model Pembelajaran Interaktif Dengan Teknologi Digital

MALANG, SKR.COM – Gerak harmonis sederhana (GHS) adalah salah satu materi dalam pelajaran fisika yang diajarkan pada jenjang SMA sederajat pada siswa SMA kelas X semester genap. GHS adalah materi yang mempelajari tentang gerak bolak-balik benda melalui suatu titik kesetimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu konstan.

Pemahaman yang baik atas konsep GHS dapat dijadikan dasar untuk mempelajari berbagai gerakan benda-benda yang diganggu dari posisi setimbangnya, fenomena gelombang makroskopis, dan fenomena kuantum.

Mengingat pentingnya GHS dalam kehidupan sehari-hari maka diperlukan pemahaman konsep dengan meminimalisir kesulitan Namun, permasalahan yang terjadi saat ini adalah siswa merasa sulit dalam memahami materi gerak harmonis sederhana.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun siswa telah diberikan pembelajaran dengan creative problem solving, namun siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami dan menemukan ide dari masalah yang diberikan.

Selain itu, berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh tim peneliti di SMAN 9 Malang, siswa mengaku pembelajaran fisika seringkali monoton, serta kurangnya aktivitas siswa menimbulkan kesan menegangkan dalam pembelajaran fisika, terlebih saat proses penilaian guru di kelas.

Mengatasi permasalahan tersebut tiga Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yaitu Badi’atus Sholihah (Fisika, 2015), Rani Wahyu Andani (Fisika, 2015), dan Izzatun Navis (Matematika, 2016) dibawah bimbingan Bapak Nurul Hidayat, S.Si., M.Si. merancang model pembelajaran baru.

Seperangkat model pembelajaran tersebut dinamakan dengan GATA-Fisika. Penelitian ini lolos seleksi pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang skim Penelitian Sosial Humaniora 2018.

GATA-Fisika sendiri menggunakan pendekatan permainan tradisional engklek yang dikemas secara menarik, dilengkapi dengan fenomena yang disajikan dalam teknologi macromedia flash. Tidak hanya melatih berhitung, pada GATA-FISIKA juga menekankan pemahaman konsep serta penumbuhan kerja ilmiah. Sehingga dapat memaksimalkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.

Keunggulan lain dari GATA-Fisika adalah membantu Guru agar dapat memberikan feedback langsung kepada siswa, sehingga materi bisa tersampaikan secara langsung dan utuh. Selain itu GATA-Fisika menekankan pada pentingnya arti kerjasama sebuah tim yang berguna untuk melatih budaya gotong royong antar siswa.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, GATA-Fisika terbukti mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Terakhir, Rani berharap nantinya GATA-Fisika bisa dikembangkan lebih lanjut dan diimplementasikan pada sekolah-sekolah di Indonesia. (Rls)