www.suarakapuasraya.com

Terdepan dalam Informasi

Tingkatkan Kapasitas Aparatus Desa Dalam Penyelenggaraan Administrasi

Tingkatkan Kapasitas Aparatus Desa Dalam Penyelenggaraan Administrasi

MELAWI, SKR.COM – Pemerintah desa dalam menjalankan tugasnya dilapangan akan berhadapan langsung dengan masyarakat, tentunya dengan kompleksitas permasalahan dan kebutuhan yang muncul pada tataran bawah.

Masyarakat desa pula yang akan merasakan imbas secara langsung apabila kinerja  aparatur lembaga publik tidak optimal.Terlebih lagi apabila kebijakan yang dilakukan oleh lembaga publik tidak sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan yang ada pada masyarakat desa.

“Rendahnya kualitas Perangkat desa menjadi kendala tersendiri dalam memberikan optimalisasi pelayanan pada masyarakat,” ungkap Kasi Kelembagaan dan Pengembangan Aparatur Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Melawi, Miles. M, SP, ditemui Selasa (10/10).

Lebih lanjut Miles mengatakan, pelaksanaan otonomi daerah telah dilaksanakan sampai pada tataran pemerintahan paling bawah yaitu pemerintahan desa.  Dengan disahkannya Undang – undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa telah memberi semangat tersendiri bagi desa dalam hal mewujudkan percepatan pembangunan desa.

“Namun disisi lain kesiapan aparatur pemerintah desa untuk menyikapi diberlakukannya undang – undang desa juga harus mendapatkan perhatian serius dengan melakukan penguatan lembaga dan pelatihan terhadap kapasitas aparatur desa,” paparnya.

Berkaitan dengan pentingnya upaya Peningkatan kapasitas apparatur pemerintah desa, pemerintah Melawi secara khusus dinas pemberdayaan masyarakat dan desa Melawi pada Bidang Bina Pemerintahan Desa memiliki peran penting dalam membuat kebijakan pengembangan kapasitas aparatur desa. Salah satu kebijakannya adalah dengan melaksanakan peningkatan kapasitas aparatur desa dalam penyelenggaraan administrasi desa melalui mobile training pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Melawi.

“Kegiatan ini kerjasama antar DPMD Melawi dengan Desa-Desa sebagai sasaran peningkatan kapasitas aparatur desa dalam penyelenggaraan administrasi desa melalui mobile training dan didukung oleh Pemerintah Kecamatan, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa,” katanya.

Sedangkan untuk pembiayaan dalam kegiatan ini sepenuhnya menjadi tanggungan Desa sebagai peserta melalui Alokasi Dana Desa ( ADD )  Tahun Anggaran 2017.  Desa yang menjadi peserta Pada tahun 2017 ini terdapat 4 (empat) desa meliputi wilayah Kecamatan Menukung 3 (tiga) Desa yaitu Desa Pelaik Keruap, Desa Laman Mumbung dan Desa Mawang Mentatai serta wilayah Kecamatan Pinoh Selatan 1 (satu) Desa yaitu Desa Senempak.

Kegiatan peningkatan kapasitas aparatur desa dalam penyelenggaraan administrasi desa melalui mobile training ini telah dilaksanakan selama 2 minggu berturut – turut dari tanggal 26 September 2017 sampai dengan tanggal 5 Oktober 2017 dengan mendatangi langsung desa – desa sebagai peserta. Sasaran peserta pelatihan adalah seluruh aparatur desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ada di Desa masing – masing dengan cakupan materi yang disampaikan adalah :

“Administrasi Pemerintah Desa yang mencakup jenis – jenis buku administrasi desa seperti : Buku administrasi umum, buku administrasi penduduk, buku administrasi keuangan desa dan buku administrasi pembangunan. Praktek Pengisian Buku – buku  Administrasi Pemerintahan Desa.Tugas dan Fungsi BPD serta Fasilitasi BPD pada persiapan musyawarah desa dalam penyusunan RKP desa,” ujarnya.

Terobosan peningkatan kapasitas aparatur desa dalam penyelenggaraan administrasi desa melalui mobile training pada DPMD Melawi  ini adalah upaya inovasi model pelaksanaan diklat yang kiranya mampu menyelesaikan berbagai permasalahan kepada Aparatur Desa yang dapat kami idetifikasi permasalahannya  jika selama ini dilaksanakan di tingkat Kabupaten yaitu besarnya cakupan target calon peserta diklat Aparatur Desa, Terbatasnya sarana dan prasarana pada DPMD Melawi untuk melaksanakan penyelenggaraan dalam skala besar, Besarnya biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan diklat jika mengundang seluruh perangkat desa.

“Jarak tempuh bagi desa yang letaknya jauh dari pusat Ibukota Kabupaten sering menjadi penghambat dalam memperoleh informasi dan mobilitas peserta Diklat. Berbagai permasalahan tersebut bermuara pada bagaimana lembaga diklat dapat menemukan model yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan diklat sesuai tantangan meningkatkan kompetensi setiap aparatur desa pada saat ini agar sebagai lembaga pemberdayaan dan mitra strategis Pemerintah Desa serta Aparatur Desa mampu terlibat untuk mewujud¬kan desa yang partisipatif.

“Dengan berbagai isu atau masalah yang terjadi perlu adanya inovasi strategi tepat guna sebagai solusi inovatif dengan peningkatan kapasitas aparatur desa dalam penyelenggaraan administrasi desa melalui mobile training pada DPMD Melawi didukung Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional, dinamis, dan inisiatif, sehingga kualitas dan kuantitas output kinerja manajerial dan kinerja Aparatur Desa meningkat,” ungkapnya.

Miles mengharapkan, pelaksanaan kegiatan  peningkatan kapasitas aparatur desa dalam penyelenggaraan administrasi desa melalui mobile training pada DPMD Melawi ini mebuat Aparatur Desa semakin paham mengenai tugas dan fungsinya.

“Terutama untuk menggali gagasan atas usulan – usulan kebutuhan masyarakat yang bisa dimusyawarahkan melalui mekanisme Musyawarah Desa maupun Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa,” pungkasnya.(Edi)

Subscribe

No Responses

Comments are closed.