www.suarakapuasraya.com

Terdepan dalam Informasi

Tumpukan Tanah di Tikungan Maut, Ancam Lakalantas

Tumpukan Tanah di Tikungan Maut, Ancam Lakalantas
Pembiaran tumpukan tanah kuning separuh badan jalan ini menyebabkan terganggunya kenyamanan pengguna jalan

MELAWI, SKR.COM – Kondisi jalan poros di Nanga Pinoh, Melawi, tepatnya tikungan depan gedung pemancar Radio Ramera Melawi dikeluhkan sejumlah Anggota DPRD Melawi. Pasalnya, hampir separoh badan jalan ditikungan maut tersebut dipenuhi dengan tumpukan tanah kuning.

Pembiaran tumpukan tanah kuning separuh badan jalan ini menyebabkan terganggunya kenyamanan pengguna jalan, baik yang berjalan kaki maupun pengendara yang bisa memicu kecelakaan lalu lintas (Lakalantas). Tumpukan tanah yang berada dibadan jalan tikungan itu, apabila musim hujan tumpukan tanah menjadi meluber membuat jalan licin dan berlumpur.

Menurut Joni Yusman, Anggota DPRD Melawi dari Komisi II mengatakan, penumpukan tanah kuning didaerah itu sudah lama terjadi, namun hingga saat ini belum nampak dari Pemkab Melawi melalui dinas terkait untuk membersihkan tumpukan tanah. Joni berharap kepada dinas terkait tumpukan tanah segera dibersihkan atau diangkut.

Joni mengungkapkan, kondisi jalan dengan tumpukan tanah dan berlumpur apabila turun hujan membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Lanjutnya, kalau melintas harus hati-hati, apalagi pakai sepeda motor, salah sedikit, bisa terpeleset dan jatuh.

“Selain itu dengan kondisi jalan itu hanya setengah badan jalan yang bisa dilintasi. Saat berpapasan dengan pengendara lain bisa terpeleset karena jalan menyempit akibat badan jalan hanya setengah yang bisa dilintasi, terlebih jalan itu tikungan maut berbahaya,” tutur Ketua DPD PAN Melawi itu.

Dikatakan Joni, tumpukan tanah kuning yang berada dibadan jalan tersebut kalau tidak segera diangkut atau dibersihkan akan mengancam keselamatan bagi pengendara berlalu lintas, apalagi sekarang musin penghujan, sehingga badan jalan licin dan berlumpur. Joni juga mengatakan kondisi itu juga semakin diperparah karena tak ada saluran pembuangan air.

Ditegaskan Joni, kondisi badan jalan ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah melalui instansi terkait. Sehingga aktivitas warga yang memanfaatkan jalan ini bisa lancar, terlebih jalan tersebut merupakan jalan protokol di Nanga Pinoh. Jika tak segera ditangani, maka menurutnya bisa saja terjadi kecelakaan parah.

Hal senada diungkapkan Andhika, salah seorang warga pengguna jalan, yang menyebutkan bahwa jalan ini perlu segera dibersihkan, sebelum terjadi kecelakaan maut lalu lintas. Jika dibiarkan terus dengan kondisi seperti itu, menurutnya, pengguna jalan pun semakin sulit melintas di jalan ini.

Ditambahkan, akibat tumpukan tanah kuning tersebut, jalan menjadi licin karena luberan tanah itu menjadi berlumpur, sudah ada para pengguna jalan terjatuh saat melintas di musim penghujan. Andhika berharap kepada pemerintah untuk segera menangani jalan itu sebelum terjadi kecelakaan parah.

No Responses

Comments are closed.