Wabup Melawi Tutup Muharram Festival

MELAWI, SKR.COM – Melawi Muharram Festival yang telah berlangsung selama sepekan resmi ditutup oleh Wakil Bupati Melawi, H. Dadi sunarya Uy, Sabtu malam (28/09/2019), di Lapangan Eks Kantor Bupati Melawi. Kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan Tabligh Akbar tersebut berlangsung meriah.

Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya Uy menyampaikan apresiasi pelaksanaan Festival Muharram 1441 H. “Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah daerah serta positif untuk para pelajar dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT,” terangnya.

Lebih lanjut Dadi mengatakan kegiatan ini tidak berhenti seiring berakhirnya lomba, tetapi harus di iringi dengan evaluasi yang perlu dibenahi dalam pelaksanaan kegiatan.

“Agar lebih meriah untuk pelaksanaan tahun-tahun berikutnya, agar dirancang jauh – jauh hari dan kegiatan ini bisa masuk ekstrakurikuler sekolah agar kualitasnya semakin meningkat dari tahun ke tahun,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Dadi juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, alim ulama, tokoh masyarakat, jajaran instansi pemerintah dan para pendukung acara yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini dengan sukses termasuk pelaksanaan tabligh akbar 1 Muharram 1441 yang lalu.

“Insya Allah Kedepan Kita Tingkatkan Lagi Terutama Jenis Perlombaannya diperbanyak Lagi,” ungkapnya

Malam penutupan berlangsung meriah dengan penampilan berbagai group band religi, dan syahril quran serta penampilan musik komposisi sekaligus penyerahan hadiah kepada Pemenang.

Amri selaku Manager The Palace Al-Ikhlas, yang menjadi salah satu group juara dalam kegiatan itu mengatakan, bahwa kelompok musik religi ini dalam perlombaan – perlombaan sebelumnya sudah dua kali meraih juara satu.

“Jadi, di ajang Melawi Muharram Festival ini menjadi juara satu yang ke tiga kali,” kata Amri.

Amri berharap musik religi bisa terus digaungkan dalam setiap perlombaan atau festival nuansa islami di Kabupaten Melawi, diharapkan akan lahir anak muda yang penuh kreatifitas untuk melestarikan seni dan budaya Islam.

Menurutnya nuansa seni musik religi ini, selain sebagai sarana hiburan, juga dimanfaatkan sebagai dakwah dan syiar agama, karena ungkapan lagu yang dibawakan mengandung pesan moral keagamaan. (DI)

Posting Terkait