Wanita Tersangka Pelaku Teror Paris Bermasalah Hidupnya

PARIS, SKR.com : Hasna Aitboulahcen (26), perempuan yang tewas dalam sergapan anti-terorisme di Paris pekan lalu, secara emosional bermasalah dan telah “dimanipulasi”. Dia sesungguhnya bukan seorang teroris garis keras.

Adik Hasna, yaitu Myriam Aitboulachen (25 tahun), mengungkapkan hal itu kepada NBC News pada Senin (23/11/2015).

Hasna Aitboulahcen, putri seorang imigran asal Maroko, tewas pada Rabu lalu dalam serbuan para penegak hukum Paris terhadap sebuah gedung apartemen di pinggiran kota.

Polisi awalnya mengatakan, Hasna meledakkan rompi bunuh diri saat polisi menyerbu apartemen di pinggiran kota Saint-Denis. Namun mereka kemudian mengatakan, dia terbunuh oleh ledakan seorang tersangka lain.

Di masa lalu, Hasna telah menggambarkan dirinya sebagai sepupu dari Abdelhamid Abaaoud, tersangka pemimpin serangan teror 13 November di Paris. Abaaoud juga telah tewas dalam serbuan polisi pada Rabu itu. Namun hubungan Hasna yang sebenarnya dengan Abaaoud masih belum jelas.

Ketika berbicara kepada NBC News dalam bahasa Perancis melalui pesan teks pada Senin, Myriam Aitboulachen mengungkapkan bahwa dia telah mencoba untuk “melindungi Hasana dari dirinya sendiri”.

“Dia tidak tumbuh dalam sebuah rumah yang stabil. Dia tidak bahagia dalam hidupnya,” kata Myriam.

Adiknya itu mengingat bahwa pembicaraan terakhirnya dengan kakaknya terjadi pada awal November.

“Paling sering dia yang menghubungi saya ketika dia bermasalah,” kata Myriam. “Dia sedih dalam hidupnya.”

Kepada NBC News pekan lalu, sejumlah teman menggambarkan Hasna Aitboulahcen sebagai gadis pesta yang suka minum dan pernah mencoba narkoba.

Seorang pejabat Perancis mengatakan, perempuan itu pernah menghabiskan beberapa waktu dalam hidupnya di panti asuhan.

Sejumlah mantan tetangga di lingkungan Aulnay-sous-Bois di Paris mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Hasna dianiaya saat masih anak-anak. Hasana pun meninggalkan Islam, dan terlihat suka minum, merokok dan mengisap narkoba.

Namun awal tahun ini, kata mereka, gadis itu muncul dengan mengenakan kerudung. Ia mengatakan bahwa dirinya telah berubah. Tetapi para tetangga mengatakan, mereka pikir dia sedang bercanda.

Myriam mengatakan, polisi belum menceritakan kepadanya tentang peran kakaknya dalam serangan di Paris yang menewaskan 100 orang lebih.

“Mereka tidak memberi saya informasi. Apa yang saya tahu adalah bahwa dia dimanipulasi oleh sepupunya (Abaaoud),” katanya. “Saya tidak menganggap dia (Abaaoud) sebagai seorang anggota keluarga saya.”

Sumber: kompas.com

Posting Terkait