Warga Menjerit, Jalan Sayan-Kota Baru Makin Parah

Mobil warga yang terjebak selama berhari-hari di jalan provinsi jalur Sayan-Kota Baru

MELAWI, SKR.COM – Sangat lamban perhatian dan penanganan provinsi Kalimantan barat terhadap jalan Provinsi jalur Sayan ke Tanah Pinoh (Kota baru), itulah omongan yang banyak terdengar dari masyaralat Sungai Pinoh.

Meskipun sudah diperbaiki secara gotong royong oleh pemerintah Kabupaten Melawi dengan pihak Perusahaan dengan cara menimbun, namun intensitas hujan yang tinggi membuat jalan tersebut semakin parah.

Nur Ilham salah satu Anggota DPRD Melawi yang juga putra asli Kota baru mengatakan, masyarakat sudah teriak dengan kondisi jalan yang semakin parah ini. sementara sampai saat ini belum ada dari Dinas PU Provinsi yang memantau lansung ke lapangan.

“Kondisi rusaknya sampai-sampai transportasi mobil sudah sangat sulit, meskipun pakai doble garden, dan memakan waktu sampai 4 harian. Kemudian kalau pakai motor, jika melalui jalan tersebut, harus dipikul-pikul. Sementara Jika lewat jalur sungai, transportasi tidak mencukup dengan tingginya mobilitas saat ini,” ungkapnya menghubungi, Minggu (26/2).

Dampaknya tidak hanya pada arus lalu lintas saja, kata Nur Ilham, terhadap harga barang juga sangat melonjak jika dibandingkan ketika jalan belum rusak parah. Sementara hasil produksi perkebunan karet, jengkol dan lainnya, sulit menjual karena tidak bisa diangkut.

“Karena biaya angkutan sembakonya dan barang lainnya, sudah dua kali lipat. Sementara untuk karet disini murah orang membelinya, karena sulit untuk mengambil ke lokasi. Jengkol juga susah keluar. Pemerintah provinsi jangan diam saja. Jangan pura-pura tidak tau dengan kondisi jalan Provinsi disini,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Melawi, Drs. Kluisen memohon agar pemerintah Provinsi Kalbar dalam hal ini Dinas Pekkerjaan Umum (DPU) bisa langsung melihat. Tidak hanya itu, Provinsi juga segera mungkin mencari solusi memperbaiki jalan tersebut.

“Karena jalan itu menghubungi 4 kecamatan di Melawi. Juga kita minta evaluasi terhadap pelaksanaan UPJJ thn 2016 kalau menurut saya jika UPJJ Di laksana dengan baik jalan tersebut tidak akan rusak separah ini,” paparnya.

Terkait banyaknya masyarakat meminta agar jalan perhuluan Sungai Pinoh dari Sayan ke Kota baru dibuatkan jalan alternatif dengan dana APBD agar pemerintah kabupaten mudah melakukan perbaikan, Kluisen mengatakan, usulan masyarakat akan ditampung dan akan disampaikan ke Bupati. Pihak DPRD Melawi juga berupaya agar emerintah provinsi bisa segera memperbaikinya.

“Saya sudah kontak pak ketua DPRD supaya melaporkan lansung ke PU Provinsi, bila perlu semua anggota DPRD turun. Terkait membangun jalan alternative pakai APBD, saya pikir bukan membuat jalan alternatif tetapi kita Minta dengan Provinsi, penanganan ruas jalan tersebut diserahkan kepada kabupaten serta dana nya masuk ke APBD Melawi. Hal itu untuk memudahkan penanganan serta pengawasannya, jadi tidak lagi di Provinsi. Bisa juga dengan mengalihkan status jalan tersebut ke Kabupaten,” paparnya. (Edi)

Posting Terkait