Banjir Jadi Alarm Serius, Dewan Sintang Desak Perbaikan Tata Kelola Lingkungan

oleh
oleh

SINTANG, SKR.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni, mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjadikan peristiwa banjir besar di Sumatera serta banjir di Sintang tahun 2021 sebagai peringatan serius mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Menurutnya, rangkaian bencana tersebut memperlihatkan bahwa pengaturan tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam yang tidak optimal dapat berdampak besar pada kehidupan masyarakat.

“Banjir di Sumatera dan Sintang beberapa tahun lalu bukan sekadar peristiwa biasa. Itu menjadi tanda bagi kita bahwa pengelolaan lingkungan harus dibenahi, mulai dari daerah hulu, hilir, sampai pengawasan terhadap perubahan fungsi lahan,” ujar Juni, Sabtu 29 November 2025.

Ia menambahkan bahwa penyebab banjir bukan hanya tingginya intensitas hujan, tetapi juga dipengaruhi oleh pengelolaan wilayah yang kurang tepat. Praktik penebangan hutan tanpa kendali, perubahan lahan pertanian menjadi kawasan permukiman atau industri, serta rendahnya kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan turut memperburuk situasi saat bencana terjadi.

Juni menyoroti bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang perlu mengambil langkah strategis, termasuk penataan ulang Daerah Aliran Sungai (DAS), pembangunan sarana pengendalian banjir, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Ia juga menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah desa, kabupaten, dan berbagai lembaga terkait sangat diperlukan agar upaya mitigasi bisa berjalan lebih efektif.

“Keterlibatan masyarakat itu penting. Tanpa kesadaran kolektif dari warga, kebijakan yang dibuat pemerintah tidak akan berjalan maksimal,” jelas Juni.

Lebih lanjut, ia mendorong adanya edukasi lingkungan yang berkesinambungan serta penegakan regulasi terkait pemanfaatan lahan, pengelolaan sampah, dan pelestarian hutan. Dengan langkah-langkah itu, risiko terjadinya bencana alam di masa mendatang dapat ditekan.

Juni menegaskan bahwa pengalaman banjir 2021 harus menjadi titik balik bagi Sintang untuk membangun ketahanan daerah. Ia mengingatkan bahwa langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika bencana sudah terjadi.

“Mari kita belajar dari peristiwa tersebut. Dengan memperbaiki tata kelola lingkungan, kita dapat membuat Sintang lebih siap dan lebih aman dari ancaman banjir ke depannya,” pungkasnya.