SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi puncak musim kemarau ekstrem pada Agustus 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Kusnidar dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang, Selasa (14/4/2026), dengan menghadirkan narasumber dari BMKG.
BPBD mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi nasional (rakornas) terkait karhutla pada 7 April 2026 di Jakarta yang diprakarsai oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
“Dari hasil rakornas tersebut, diperkirakan puncak El Nino terjadi pada bulan Agustus, yang berarti kemarau akan menjadi sangat ekstrem,” ucapnya.
Meski demikian, BPBD berharap kondisi tersebut tidak terjadi sesuai prediksi.
“Kita tentu berharap ada perubahan, sehingga tidak separah yang diramalkan,” lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut, BPBD bersama unsur terkait juga akan menggelar rapat koordinasi lanjutan melalui pertemuan virtual pada hari yang sama bersama pihak kepolisian.
“Siang ini kita juga akan mengikuti zoom meeting di Polres sebagai tindak lanjut rakornas karhutla,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa selama ini sinergi antarinstansi dalam penanganan bencana di Sintang telah berjalan dengan baik. Namun, ke depan kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat untuk menghadapi potensi bencana yang semakin kompleks.
“Kami berharap kebersamaan dan sinergitas antarunit bisa terus ditingkatkan,” katanya.
Di akhir kegiatan, BPBD juga menyampaikan apresiasi kepada BMKG yang telah memberikan dukungan dan pemahaman terkait potensi bencana, khususnya gempa bumi di wilayah Sintang.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, diharapkan Kabupaten Sintang dapat lebih siap menghadapi ancaman karhutla maupun bencana lainnya.
