SINTANG – Camat Sepauk, Mariono menyampaikan bahwa perbaikan drainase menjadi salah satu kebutuhan mendesak dalam penanganan ruas jalan di wilayahnya, khususnya pada jalur Bedayan hingga Nanga Libau.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri musrenbang RKPD Kabupaten Sintang 2027 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang pada Kamis 9 April 2026.
Menurut Mariono, persoalan drainase bahkan menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial, karena dinilai sebagai penyebab utama kerusakan jalan di sejumlah titik.
“Drainase memang perlu diperbaiki. Itu juga yang ramai disorot di media sosial,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Mariono mengungkapkan bahwa pihak pemerintah desa bersama masyarakat telah melakukan komunikasi terkait kebutuhan lahan untuk pembangunan saluran air.
Ia menyebut, dua kepala desa di wilayah tersebut juga telah berkoordinasi dengan warga dan menghasilkan kesepakatan bersama.
“Terkait permintaan lahan dari warga, kita sudah komunikasi. Pada prinsipnya kita sepakat, masyarakat bersedia menyediakan lahan untuk pembuatan saluran drainase,” jelasnya.
Kesepakatan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung rencana perbaikan jalan, mengingat keberadaan drainase sangat berpengaruh terhadap ketahanan badan jalan, terutama saat musim hujan.
Dengan adanya dukungan dari masyarakat, diharapkan pembangunan drainase dapat segera direalisasikan sehingga perbaikan jalan yang dilakukan nantinya lebih optimal dan bertahan lama.
Sebelumnya jalan bedayan-nanga libau cukup viral di media sosial, karena kondisinya yang rusak parah. Bahkan dalam video yang viral warga sempat meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memimpin Kalbar dalam beberapa bulan untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak.





