MELAWI, SKR.COM – Jika ditahun sebelumnya Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Melawi belum bisa menerima bantuan dan kerjasama dengan pihak TNI dalam melakukan pembukaan lahan persawahan, maka ditahun 2017 ini dengan pergantian pejabat, maka Melawi sudah bisa menggandeng TNI dalam membuka lahan persawahan.
“Alhamdulillah, tahun ini kita bergandeng dengan TNI akan membuka kurang lebih sebanyak 300 haktar lahan sawah. Kerjasama ini sudah dilakukan dengan penandatanganan MoU bersama pihak TNI pada 12 januari lalu,” kata plt Distanak Melawi, Drs. Oslan Junaidi saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (19/1).
Lebih lanjut Ia mengatakan, terkait lahan-lahan yang akan dibuka, akan disebarkan di sejumlah kecamatan. “Ini rencananya di Belimbing, Nanga Pinoh, Sayan, Pinoh Utara. Ini baru rencananya. Potensi yang sudah siap, Sebaju, Poring, di Nanga Pinoh, Guhung Todong di Mekar Pelita Kecamatan Sayan,” ucapnya.
Dalam pembukaan lahan tersebut, Distanak Melawi memiliki tugas untuk mencari lokasi lahan sesuai pengajuan dari masyarakat, yang mana lahan tersebut harus lah sesuai dengan kategori dan memeneuhi syaratdan lahan yang belum pernah dibuka.
“Namun harus sesuai syarat. Yang pertama paling tidak bisa masuk alat berat, luas lahannya minimal 25 haktar didalam satu hampran. Nah, terkait anggarannya itu lansung dari TNI, tidak melalui Distanak. Kalau tidak salah dari luar sebanyak 300 haktar, sebesar Rp. 3,8 Milyar. Dana pembukaan lahan yang bergandeng dengan TNI tersebut merupakan dana pusat,” jelasnya.
Pihak Distanak Melawi sendiri sudah mulai melakukan tahapan pengukura potensi lahan yang akan disulap menjadi lahan persawahan. “Potensi sudah kita lakukan survey, . namun harus kita ukur biar valid. Tahapannya saat ini sudah ditreking ulang. Karena TNI inikan maunya lengkap, baik titik koordinatnya, elevasinya,” paparnya. (Irawan)
