Giliran Poring Dideklarasi Sebagai Desa ODF

MELAWI, SKR.COM – Setelah Desa Beloyang Kecamatan Belimbing, Desa Keranjik Kecamatan Tanah Pinoh, Desa Tanjung Lay Kecamatan Nanga Pinoh yang dideklarasi sebagai desa Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarang, kini giliran Desa Poring yang di deklarasi, Kamis sore (30/8). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Melawi, Wakil Bupati Melawi, serta sejumlah kepala SKPD, kepala dan perangkat desa di wilayah Nanga Pinoh serta sejumlah tokoh masyarakat.

Bupati Melawi, Panji, dalam arahannya mengatakan, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan merupakan hak dasar setiap individu, dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. hal tersebut merupakan amanat konstitusi uud 1945.

“Kesehatan merupakan salah satu sektor yang selalu menjadi sorotan, terlebih lagi jika hal tersebut menjadi persoalan di tengah masyarakat. Kenyataannya hingga saat ini perhatian pada sektor kesehatan masih diartikan sebatas penyembuhan penyakit, padahal diakui bersama bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,” katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, lingkungan dan prilaku menjadi faktor terbesar dalam menentukan status kesehatan masyarakat. Prilaku hidup bersih dan sehat menjadi tanggung jawab bersama agar masyarakat mau dan menyadari, serta mampu mengenali dan mencegah juga mampu mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi.

“Untuk menanggulangi permasalahan kesehatan tersebut, diselenggarakanlah pembangunan kesehatan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah serta dengan melibatkan peran sektor swasta dan masyarakat,” ujarnya.

Pembangunan kesehatan khususnya di Melawi sudah tentu merupakan bagian integral dari RPJMD Melawi 2016-2021 dengan visi Melawi

“terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan besumberdaya, berdaulat, berdikari dan berkepribadian dengan pelayanan pemerintah yang berkualitas.” Sedangkan dalam misi kabupaten Melawi dapat dijabarkan pada skala prioritas yaitu salah satunya adalah kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan.

“Salah satu program nasional yang merupakan upaya dalam pembangunan kesehatan yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Program ini dijabarkan dalam peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 3 tahun 2014 tentang STBM,” ungkapnya.

STBM adalah program nasional di bidang sanitasi yang merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Strategi tersebut disusun dalam rangka memperkuat upaya pembudayaan hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta mengimplementasikan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar yang berkesinambungan dalam pencapaian Millenium Depelopment Goals (MDGs).

Panji menuturkan, tahun 2005 pendekatan Community-Ledtotal Sanitation (CLTS) diujicobakan di 6 kabupaten dan selajutnya direplikasikan pada tahun 2006 dan 2007. Hasilnya pada tahun 2007 ada 680 desa di indonesia yang telah mendeklarasikan kondisi terbebas dari praktek Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau biasa disebut Open Defecation Free (ODF).

“Hal ini memperlihatkan bahwa pendekatan subsidi dan penyediaan sarana fisik (hardware), yang sebelumnya dilakukan pemerintah, ternyata tidak mampu menjamin perubahan perilaku masyarakat maupun meningkatkan akses sanitasi. Sehingga diperlukan komitmen dan sosialisasi dari instansi terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghindari praktek BABS,” jelasnya.

Di Melawi sampai saat ini ada 10 desa yang telah stop BABS atau ODF, yaitu Desa Guhung, Desa Beloyang, Desa Junjung Permai, Desa Nyangau, Desa Kelakik, Desa Poring, Desa Tanjung Sari, Desa Tanjung Lay, Desa Tanjung Tengang dan Desa Keranjik. Namun baru 4 desa yang sudah mendeklarasikan desanya sebagai desa odf yaitu Desa Beloyang, Desa Keranjik, Desa Tanjung Lay dan Desa Poring yang kita deklarasikan pada hari ini.

“Pemerintah Melawi memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Camat Nanga Pinoh dan Kepala Desa Poring beserta jajarannya serta seluruh masyarakat yang telah proaktif dalam rangka mendeklarasikan desa poring menjadi desa ODF. Kita memberikan apresiasi atas perubahan pola pikir masyarakat yang mau untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, dan yang terpenting masyarakat mampu melakukan perubahan tersebut. Hal ini agar menjadi contoh bagi desa-desa yang lain, ternyata dengan STBM kita bisa berubah. semoga kegiatan ini menjadi pemicu kecamatan dan desa lainnya di Melawi,” ulasnya.

Panji berharap, dengan deklarasi ODF ini, ke depan derajat kesehatan masyarakat Melawi, akan terus meningkat dan hal tersebut dapat terus berlanjut setiap tahunnya. “Kepada instansi terkait, agar dapat mendampingi masyarakat desa diwilayah kerjanya masing-masing secara optimal sehingga masyarakat bisa terus hidup sehat sesuai dengan yang kita inginkan bersam,” pungkasnya. (DI)

Posting Terkait