MELAWI, SKR.COM – Saat ini masyarakat sedang dihadapkan dengan persoalan kondisi ekonomi yang sulit. Harga produksi perkebunan seperti komuditi karet yang masih murah tidak sebanding dengan harga kebutuhan sehari hari di pasaran. Lapangan pekerjaan juga sulit didapat.
Menurut Karni, seorang warga Kota Baru, saat ini secara umum kondisi ekonomi masyarakat sedang terpuruk. Sumber-sumber pendapatan masyarakat sudah tidak mampu menopang kebutuhan keluarga.
“Kondisi sekarang, masih bisa makan tiga kali sehari saja sudah bersyukur. Sebab kalau melihat penbdapatan masyarakat khususnya petani, sangan sulit untuk bisa mendapatkan lebih,” ungkapnya, kemarin.
Dikatakan Karni, masyarakat menghadapai kesulitan ekonomi karena sumber pendapatan masyarakat yang sulit dihandalkan. Seperti nyadap karet, harga karet sekarang hanya Rp 6000 perkilogram.
“Sudahlah harganya murah, tiap hari ada hujan. Jadi bagaimana masyarakat bisa menyadap karet. Sementara karet itu satu-satunya sumber pendapatan bagi sebagian besar masyarakat,” ujarnya.
Belum lagi soal kebutuhan pangan, tahun ini banyak warga yang tidak bisa berladang. Selain tidak ada waktu untuk bakar ladanganya, karena tingginya curah hujan. Bagi mereka yang bakar ladang juga gagal, karena baru saja ladang dibakar sudah kena siram oleh helykopter.
“Kesulitan pangan juga akan menjadi ancaman bagi masyarakat kedepan,” ucapnya.
Hanya saja kata dia, untuk saat ini ada sebagian masyarakat yang ekonominya terbantu dengan panennya buah jengkol. Walaupun buah jengkol ini tidak panen tiap bulan, tapi setidaknya bisa membantu masyarakat untukk beberapa bulan dimusim panen jengkol.
“Tahun ini, jengkol juga tidak merata berbuah. Tidak seperti tahun lalu. Seperti dikebun kami, jengkol yang berbuah hanya satu pohon, itupun buahnya tidak lebat,” pungkasnya. (Edi)





