MELAWI, SKR.COM – Setelah melalui tahapan seleksi administrasi, dan tes yang akan dilaksanakan sejak 4 Juli sampai 8 Juli meliputi tes psikotes dari asismen, diskusi kelompok, interview, penulisan makalah, dan tes wawancara, akhirnya lelang jabatan memasuki tahap penghujung. Tahapan tersebut yakni menunggu hasil rekomendasi dari KASN.
“Ya semua tahapan dan tes sudah kita laksanakan dan semuanya berjalan lancar. Dari tes kemarin, memang kita sudah kantongi tiga nama di masing-masing SKPD yang akan diisi tersebut. Namun nama tersebut tidak bisa kami sebutkan, dan sudah kami ajukan kee KASN, untuk mendapatkan rekomendasinya,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Melawi, Drs. Paulus, saat ditemui di kantornya, Kamis (13/7).
Lebih lanjut Ia mengatakan, pengajuan ke KASN tersebut, juga belum tentu disetujui. Kalau disetujui maka tinggal Bupati lagi yang menentukan siapa yang layak memimpin instansi-instansi yang kosong tersbut.
“Jika KASN tidak memberikan rekomendasi karena mungkin dalam pelaksanaan ada kekurangan atau ada kesalahan yang mengharuskan untuk diulang lagi. Maka pelaksanaan lelang terpaksa harus diulang lagi. maka dari itu tidak berani kami sampaikan, tunggu finising saja, setelah dapat rekomendasi KASN baru kami sampaikan nama-nama yang diajukan ke KASN tersebut,” paparnya.
Paulus mengatakan, jika KASN merekomendasikan hasil dari pelaksanaan lelang jabatan yang sudah dilakukan Pemkab Melawi, maka tahap selanjutnya penentuan. Dimana tiga nama di setiap instansi yang kosong yang lulus tersebut akan dipilih satu orang saja.
“Penentuannya Bupati. Jadi tiga nama yang sudah ditetapkan, jika sudah direkomendasikan KASN, kami bawa lagi ke Bupati untuk menentukan satu diantara tiga orang itu tadi. siapa yang pantas seuai hasil tes-tes yang sudah dilalui tadi,” ucapnya.
Sebelumnya, Bupati Melawi saat membuka tahapan tes di Emaus Nanga Pinoh pernah menegaskan bahwa proses lelang jabatan yang pertama kalinya digelar ini jauh dari intervensi maupun lobi-lobi.
“Saya berharap mekanisme seleksi ini, tidak diwarnai dengan tindak tanduk perilaku menyimpang. Jangan sampai seleksi ada hal-hal yang diluar yang kita ketahui dimana peserta didatangi, dibujuk-bujuk, atau dikejar dengan alasan, bahwa ini bisa dilobi, kami bisa lakukan pendekatan, saya kenal orang seleksi atau kenal dari panitia seleksi misalnya,” tegasnya.
Panji berharap dengan mekanisme ini mampu menjaring pejabat tinggi pratama yang kedepannya bisa menjadi pimpinan yang memiliki kemampuan, kompetensi, profesional, serta berdedikasi tinggi dan aparatur pemerintah yang berkualitas.
“Pejabat yang memimpin dinas dinas itu, juga bisa sekaligus sebagai fasilitator, koordinator, mediator untuk kepentingan timwork yang dipimpinnya. Dengan sistem yang dibuat secara terbuka, diharapkan nantinya didapatkan hasil yang baik. Saya juga sudah mempertegas dukungan saya bahwa seleksi ini akan menghasilkan yang baik,” ucapnya.
Nama –nama instansi yang diperebutkan dalam pelelangan tersebut yakni, Kepala Disnaker, Kepala Disdikbud, Kepala Bapenda, Kepala Dinkes dan kepala Distankan. Jumlah peserta yang mendapatkan diri pada saat pembukaan lelang tersebut keseluruhannya berjumlah 42 orang. Sebanyak 15 orang mendaftarkan diri untuk di Disnaker, 12 orang di Disdikbud, 6 orang di Bapenda, 4 orang di Dinkes dan 5 orang di Distankan. (Edi)





