SINTANG, SKR.COM – Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik Kabupaten Sintang, Kusnidar, menghadiri Dialog Pembaharuan Kebangsaan yang digelar di Kabupaten Sintang, sebagai upaya strategis memperkuat nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan toleransi di tengah masyarakat yang sangat majemuk. Kegiatan ini menekankan pentingnya pemahaman, komunikasi, dan sinergi antarelemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan sosial di era keterbukaan informasi yang semakin luas dan cepat.
Dalam sambutannya, Kusnidar menekankan bahwa keberagaman masyarakat Sintang adalah aset sekaligus tantangan. “Kabupaten Sintang memiliki keragaman yang tinggi dari sisi budaya, agama, dan adat istiadat. Potensi disintegrasi selalu ada jika perbedaan ini tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, dialog seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif, memperkuat persatuan, dan membangun nilai-nilai kebangsaan yang kokoh,” ujarnya.
Kusnidar menambahkan, perbedaan dalam masyarakat seharusnya tidak dianggap sebagai hambatan, melainkan peluang strategis untuk mendorong pembangunan daerah. “Dengan pendekatan yang tepat, komunikasi yang terbuka, dan kolaborasi yang harmonis, keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk mendukung program-program pemerintah. Dialog ini menjadi wadah strategis untuk bertukar informasi, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kesepahaman antar elemen masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pimpinan Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh pemuda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. Kehadiran beragam unsur ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat toleransi, dan menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah dinamika perubahan sosial dan perkembangan teknologi informasi.
Selain sebagai forum diskusi, dialog ini juga fokus pada strategi penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui pendidikan, pembinaan masyarakat, serta pemanfaatan potensi sosial dan budaya lokal. Kusnidar menegaskan bahwa keberhasilan dialog sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, dari pemerintah hingga masyarakat sipil dan pemuda, sehingga nilai persatuan dan toleransi dapat terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya dialog ini, diharapkan Kabupaten Sintang mampu membangun masyarakat yang lebih harmonis, toleran, dan bersatu, meskipun memiliki keragaman tinggi. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan sosial, memupuk semangat kebangsaan, dan mempersiapkan masyarakat menghadapi tantangan era informasi secara bijaksana. (Rilis Kominfo)





