Muslimin: Rumah Walet, Media Efektif Virus Flu Burung

????????????????????????????????????

SEKADAU – SKR: Usaha rumah walet semakin lama semakin menjamur di wilayah Kabupaten Sekadau. Bangunan sarang walet tak hanya menjamur di perkotaan. Di wilayah kecamatan-kecamatan pun para pemilik modal mulai menggandrungi usaha ini.

Sayangnya, usaha rumah walet belum tertata dengan baik. Tak sedikit bangunan yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk. Ada pula yang dibangun menyatu dengan rumah tinggal atau ruko. Semrawutnya rumah walet tak lepas dari belum adanya peraturan pemerintah yang mengatur bidang usaha ini.

Anggota DPRD Sekadau, Muslimin menilai Peraturan Daerah tentang tata kelola sarang walet sudah mendesak untuk dibentuk. Apalagi, saat ini bangunan rumah walet sudah terdapat dimana-mana.

“Kalau dulu kendalanya potensi sarang walet yang belum ideal. Sekarang sudah banyak yang bangun, potensinya sudah cukup, jadi sudah saatnya Perda sarang walet dibuat,” ujar Muslimin, (2/11).

Dengan adanya Perda, maka penataan usaha sarang walet dapat lebih tertib. Sebab lanjut Muslimin sejauh ini banyak warga yang mengeluhkan usaha sarang walet di berbagai wilayah. Kebanyakan mengaku terganggu dengan suara bising yang ditimbulkan alat receiver, ada juga yang mengeluh terkena kotoran burung. Bahan, beberapa waktu lalu sempat terjadi eributan di Rawak, Kecamatan Sekadau Hulu akibat protes warga terhadap usaha sarang walet yang dibangun di tengah-tengah pasar.

Sejatinya, sarang walet tidak boleh dibangun di tengah-tengah pemukiman padat penduduk. Karena, sarang walet dapat menjadi media sarang nyamuk dan inang bagi virus H5Ni atau virus flu burung. Jelas saja hal ini sangat berahaya bagi kesehatan.

“Menurut penelitian ilmiah, sarang walet bisa menadi media penyebaran virus flu burung yang efektif. Selain itu juga tempat yang empuk untuk nyamuk bersarang. Makanya harus jauh dari pemukiman. Sementara yang ada sekarang masih banyak yang dibangun di kmplek pasar dan perumahan,” tutur pria yang akrab disapa Long Amin.

Menurutnya, langkah penertiban rumah walet perlu segera diambil sebelum terlambat. Bukan tidak mungkin kelak ada warga yang terkena dampak negatif dari sarang walet yang terinfeksi virus.

“Harus cepat ditertibkan sebelum ada yang jadi korban,” desaknya.

Tak hanya itu, Long Amin juga mempertanyakan izin mendirikan bangunan (IMB) rumah-rumah walet yang ada di Sekadau. “Juga perlu dicek apakah sudah ada IMB-nya,” tukasnya. (Yahya)

Posting Terkait