Pemkab Melawi, Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Ke Masyarakat

oleh
oleh

MELAWI, SKR.COM – Pemerintah Kabupaten Melawi melalui Dinas Kesehatan melaksanakan pra seminar Kesehatan Tingkat Dinas kesehatan Kabupaten, Senin (30/10) di Aula pertemuan hotel Rajawali Nanga Pinoh. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Melawi, Panji, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Andy Jap, para kepala Puskesmas, PKK dan sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemkab Melawi.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinkes Melawi, dr Ahmad Jawahir menyampaikan, beberapa hal berkaitan dengan Melawi sehat dengan paradigma masyarakat sehat. Yang mana pelayanan kesehatan di Melawi mencakup 11 kecamatan se Kabupaten Melawi. Ia menargetkan efisiensi blud, akreditasi dan indikator kesehatan membaik.

“Kami juga menargetkan peningkatan peran serta pemerintah dan masyarakat dalam derajat kesehatan. Ditahun 2020, kita harus sudah menjadi Melawi sehat. Reformasi Puskesmas, kita akan ada akreditasi, semua Puskesmas pada 2019 kita targetkan sudah terakreditasi,” katanya.

Akreditasi adalah standar Pemerintah Pusat. Kalau tak terakreditasi maka dianggap tak layak dalam pelayanan. Bahkan bisa ditutup karena tak memenuhi syarat untuk pelayanan kesehatan.

“Blud akan diterapkan di beberapa Puskesmas sehingga tak terlalu membebani APBD. Efisiensikan ketenagaan dan tata kelola administrasi sesuai dengan standar kelola keuangan pusat,” paparnya.

Kemudian, lanjutnya, terkait dana desa untuk pelayanan kesehatan yang diatur dalam aturan, akan didiskusikan dengan pihak desa, sehingga nanti tercapai semua kegiatan.

“Namun akreditas yang utama harus dikejar. Karena akriditasi untuk administrasi dasar dan peruntukkan. Dari 11 hanya 7 yang punya sertifikat. Belum lagi soal dokumen perencanaan dan aturan terkait,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ahmad juga berharap kedepannya mudah-mudahan anggaran kesehatan bisa ditingkatkan, sehingga target kita bisa tercapai, termasuk paradigma masyarakat sehat menjadi target 2020, ucapnya.

Ditempat yang sama, Kadinkes Provinsi, Andy Jaap mengatakan, gerakan hidup sehat, nanti kita titipkan pada ibu-ibu PKK. Apa yang direncanakan jika itu terlaksana itu sangat bagus, dan hal itu adalah hak kewajiban dan tanggung jawab Negara.

“Inti pembangunan kesehatan yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Derajat kesehatan, bukan karena keturunan,” paparnya.

Andy mengatakan, 70 persen populasi masyarakat tak punya keluhan sakit. Hanya sebagian kecil masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas. Tapi ini yg banyak menyedot dana besar. Namun paradigma sehat dan peningkatan mutu kualitas kesehatan harus tetap ditingkatkan.

“Kita mau kualitas hidup harus meningkat. Maka ada program Indonesia sehat. Program ini masuk dalam nawacita, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hidup sehat. Namun masyarakat harus paham dan sadar untuk hidup,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Melawi, Panji, pada kesempatan itu Ia meminta beberapa hal.Yang pertama secara tekniks aturan semuanya sudah lengkap. Namun situasi daerah tidak sama, dan Dinas Kesehatan harus bisa membaca situasi dan kondisi yang ada.

“Saya minta secara kelembagaan, harus memaksimalkan fungsi dan peran lembaga kesehatan di Melawi. Sesuaikan dari berbagai hitungan potensi tenaga yang ada. Tuntutan pelayanan begitu besar, untuk itu tugas dinas kesehatan untuk menjawab tuntutan tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Panji mengatakan, bersungguh sungguh mendalami kesehatan untuk menjawab dan mendistribusi pelayanan kesehatan, serta tuntutan masyarakat. Hanya dengan membahas, maka akan tau apa yang harus kita buat.

“Teori boleh banyak, harapan boleh melimpah, namun apakah itu menjadi hal yang nyata mampu kita jawab. Saya kira ini tanggungjawab bersama untuk melihatnya. Kedepan kita harus tau apa yang harus kita buat,” paparnya.

Pada kesempatan itu Panji mengatakan, dua tahun berturut-turut Dinkes Melawi sudah luar biasa. Tahun lalu Melawi dapat 10 puskesmas rawat inap. Dengan Puskesmas yang ada ini, tentunya diharapkan pelayanan kesehatan yang ada semakin meningkat.

“Mayarakat berobat tidak lagi langsung ke Rumah Sakit, namun hanya ditangani di Puskesmas bisa langsung sembuh. Puskesmas juga harus bisa menata lingkungan, agar nantinya pasien betah dan tidak hanya orang orang sakit saja yang berkunjung. Namun juga bisa menjadi tempat bersantai bagi orang orang sehat,” pungkasnya. (Edi)