MELAWI, SKR.COM – Kepala Desa Tebing KIerangan Kecamatan Nanga Pinoh, Sekoi, merasa prihatin dengan kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Desa Tebing Kerangan saat ini. Mulai dari kondisi bangunan sampai kepada kondisi proses belajar mengajar yang dinilai belum bisa maksimal.
“SD 22 Tebing Karangan kurang di respon oleh pihak-pihak terkait, sehingga kondisi sekolah tersebut menjadi terlantar. Ditambah lagi guru yang PNS kurang aktif dan yang juga ditambah dengan kondisi jalan menuju ke Desa Tebing Karangan yang hancur leburterlebih saat saat musim hujan,” kata Sekoi menghubungi melalui Via seluler, Sabtu (28/10).
Lebih lanjut Sekoi mengatakan, pihaknya selaku warga Tebing Kerangan juga menginginkan pendidikan yang sama seperti di desa lainnya dan desa-desa dalam kota. Namun yang terjadi, SD di desa kami seperti terabaikan.
“SD di Desa kami juga merupakan wilayah Melawi, bukan kabupaten lain. Jadi kami wajib menerima pendidikan seperti di desa-desa yg lain, dan kami juga ingin menjadikan sekolah kami sejajar dengan sekolah yang ada di desa-desa yang sudah maju, saya yakin dan percaya bahwa dinas terkait bisa membuat SD 22 Tebing Karangan menjadi percontohan pendidikan,” paparnya.
Di sekolah tersebut, kata Sekoi, hanya memiliki siswa sebanyak 67 orang yang terdiri dari kelas I sampai dengan kelas VI. Guru PNS yang ada di sekolah tersebut hanya 4 orang, dan guru honor hanya 2 orang. Sementara ruang local yang ada, 3 lokal ruang kelas yang dijadikan 6 kelas, 1 unit rumah dinas kepala sekolah dan 1 unit perpustakaan.
“Namun sayangnya, 4 orang guru PNS sudah termasuk kepala sekolahnya, semuanya jarang masuk, mungkin karena kondisi jalan yang hancur lebur. Kemudian 3 ruang kelas dijadikan 6 kelas, satu ruang dijadikan dua kelas tanpa skat. Ketika guru PNS tidak masuk, guru honor 2 orang itulah yang berusaha mengajar 6 kelas yang ada itu,” bebernya.
Selaku kepala Desa Tebing Karangan, Sekoi berharap, SD tebing kerang benar-benar diperhatikan. Kekurangan ruang kelas diharapkan bisa ditambah, dan untuk guru-guru PNS yang bertugas di Desa Tebing Kerangan diharapkan bisa aktif kembali.
“Jika memang tidak memungkinkan guru PNS itu bolak balik, maka tinggallah di rumah dinas yang ada, terutama kepala sekolahnya. Guru PNS harus peduli dengan sekolah di desa kami. Kami sebagai anak bangsa merasa di rugikan,” pungkasnya. (Edi)





