MELAWI, SKR.COM – Jembatan Laur yang berada di Kecamatan Pinoh Selatan, saat ini sudah semakin memprihatinkan. Selain banyak tambalan kayu yang digunakan warga menutupi lubang-lubang, kondisi tiang pembatas serta rangka-rangkanya juga sudah banyak mengalami kehilangan bautnya. Sehingga sangat dirawankan akan roboh.
Dedi Suparjo, selaku tokoh pemuda Manggala Kecamatan Pinoh Selatan mengatakan, memang sudah sangat banyak sekali kerusakan di jembatan tersebut. masyarakatlah yang sering memperbaiki jembatan itu menggunakan material seadanya. Sementara pemerintah Provinsi yang memang bertanggungjawab atas jembatan tersebut, belum pernah memperbaiki jembatan tersebut.
“Setau saya dari para tokoh-tokoh dan para orang tua, jembatan Laur itu dibangun sejak zaman penjajahan belanda. Dimana sejak dibangun hingga sekarang, jembatan tersebut tidak pernah diperbaiki dan tidak pernah dirawat,” kata Dedi ditemui di Nanga Pinoh, Rabu (10/1).
Lebih lanjut Dedi mengatakan, kondisi fisik jembatan tersebut kini sudah sangat memprihatinkan, pada rangkanya, banyak sekali baut-baut yang hilang atau sudah lepas. Sementara pada lantainya, banyak lubang disana-sini. Sehingga dikhawatirkan akan membuat kecelakaan terjadi.
“Lubang-lubang besar sebagian sudah kami tutup menggunakan papan seadanya. Namun masih banyak lubang yang tersebar disana sini. Bahkan baru-baru ini kerusakan kembali terjadi, lubang-lubang yang ada semakin melebar seiring meningkatnya arus lalu lintas. Karena tidak hanya kecamatan Pinoh selatan saja yang melalui jembatan tersebut, kendaraan dari Sayan, Tanah Pinoh, Sokan dan tanah Pinoh Barat jjuga melalui jembatan tersebut. Karena jembatan tersebut merupakan akses utama menuju ke Nanga Pinoh,” paparnya.
Pantauan Koran ini di lapangan, kondisi kerusakan jembaatan itu memang sudah cukup parah. Meskipun masih digunakan pengendara sebagai sarana penyeberang uatama, namun masyarakat harus berhati-hati. Selain dalam menghindari lubang yang menganga, juga terhadap kekuatan jembatan tersebut. Sebab ketika dilalui dengan kecepatan tinggi, jembatan tersebut sangat kuat bergiyang, sehingga rawan akan ambruk.
Melihat hal itu, Anggota DPRD Melawi yang merupakaan warga asli Kecamatan Tanah Pinoh (Kota Baru), Nur Ilham mengatakan, dirinya sangat prihatin sekali. Jembatan yang berada di jalan berstatus Provinsi tersebut terkesan terabaikan.
“Jalan sudah bagus karena belum lama ini ditingkatkan. Namun jembatannya tidak juga tersentuh. Padahal, selain jalan yang bagus, juga memerlukan jembatan yang kuat dan kokoh untuk membuat kenyamanan arus lalulintas pengendara,” ucapnya.
Ilham berharap, pemerintah Kabupaten Melawi bisa menyurati pihak Pemerintah Provinsi Kalbar untuk segera memperbaikinya. Karena ini menyangkut keselamatan pengendara-pengendara yang merupakan warga masyarakat Melawi.
“Pemerintah Melawi juga harus berupaya mengusulkan perbaikan jembatan tersebut ke Provinsi. Jangan hanya karena status jalan tersebut Jalan Provinsi, lalu mengabaikannya. Yang harus dipikirkan, yang menggunakan jembatan dan jalan tersebut warga Melawi,” pungkasnya.
