SINTANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sintang berhasil mencapai target perekaman KTP elektronik sebesar 98 persen.
Namun, capaian tersebut belum diikuti oleh program Kartu Identitas Anak (KIA) yang masih menghadapi berbagai kendala.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Sintang, Agus Jam, mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap KIA masih belum setinggi KTP elektronik.
“KTP target 98 persen kemarin tercapai. Tapi untuk KIA memang belum, kami terus berusaha,” ujar Agus Jam ketika di wawancarai awak media di kantornya baru baru ini.
Menurutnya, pihak Disdukcapil tetap aktif melakukan pelayanan ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan cakupan KIA. Namun, kendala utama justru terletak pada ketersediaan blanko.
“Kalau KIA ini kami harus mengadakan sendiri blankonya, tidak seperti KTP yang dari pusat. Jadi cukup membebani,” jelas Agus.
Ia menambahkan, pengambilan blanko KIA ke pusat di Jakarta juga memerlukan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk transportasi.
“Kemarin sempat ambil ke Jakarta dapat 6 ribu sampai 10 ribu blanko. Ongkosnya bisa sampai jutaan karena masuk bagasi,” katanya.
Selain itu, pengambilan ke tingkat provinsi juga terbatas jumlahnya dan tetap membutuhkan biaya operasional.
Meski menghadapi kendala, Agus memastikan pelayanan tetap berjalan dan pihaknya terus mencari solusi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Kami tetap berusaha memberi yang terbaik agar pelayanan penting yang dibutuhkan masyarakat ini tidak terhenti, maka kolaborasi kita semua menjadi penting,” tegasnya.





