SINTANG, SKR.COM — Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Jimi Manopo, kembali menyoroti kondisi masyarakat di wilayah perbatasan yang hingga kini masih jauh dari kata layak. Ia menegaskan bahwa persoalan mendasar seperti jalan dan listrik masih menjadi keluhan utama warga, dan hal tersebut harus segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
“Saya sangat memahami kondisi yang dialami masyarakat perbatasan. Banyak ruas jalan yang masih rusak atau belum pernah dibangun. Bahkan, hingga sekarang, listrik dari PLN belum menjangkau sebagian besar wilayah, sehingga warga hanya mengandalkan sumber penerangan seadanya,” kata Jimi Manopo, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, keterbatasan infrastruktur dasar seperti jalan dan listrik tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak luas pada sektor ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Anak-anak kesulitan belajar pada malam hari, usaha kecil tidak bisa berkembang, dan akses menuju fasilitas publik menjadi terhambat.
“Jalan yang baik dan akses listrik bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi kebutuhan utama. Tanpa itu, mustahil masyarakat di perbatasan bisa tumbuh dan bersaing. Potensi ekonomi pun tidak akan pernah tergarap optimal,” tegasnya.
Jimi meminta pemerintah pusat maupun daerah memberikan prioritas tinggi untuk pembangunan di wilayah perbatasan Sintang. Ia mendorong percepatan perbaikan jalan penghubung antar-desa serta memperluas jaringan listrik PLN agar masyarakat benar-benar bisa merasakan kehadiran negara.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan di perbatasan tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur. Diperlukan pendekatan terpadu dengan peningkatan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pengembangan ekonomi kreatif agar masyarakat bisa hidup lebih produktif dan sejahtera.
“Kita ingin masyarakat perbatasan tidak terus-menerus tertinggal. Kehadiran negara harus nyata melalui pembangunan jalan, listrik, dan fasilitas publik lainnya. Itu adalah langkah awal untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi mereka,” tutupnya.





