SINTANG – Menyusul terjadinya bencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Sintang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Sosialisasi Peningkatan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Gempa Bumi pada Selasa (14/4/2026) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan di lingkungan pemerintah daerah.
Dalam pemaparannya, Kepala BPBD Sintang, Kusnidar menyampaikan bahwa Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gempa bumi. Khusus untuk Sintang, bencana seperti banjir dan karhutla sudah menjadi kejadian rutin setiap tahun.
“Namun saat ini kita dihadapkan pada bencana yang sebelumnya hanya kita lihat di media sosial, yakni gempa bumi, dan kini terjadi langsung di wilayah kita,” ucapnya dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan data BPBD mencatat, sepanjang 2026 telah terjadi sejumlah bencana di Sintang. Banjir melanda tiga kecamatan yakni Sepauk, Tempunak, dan Ketungau Hulu yang berdampak pada 18 desa. Sementara karhutla terjadi di Kecamatan Sintang dan Sungai Tebelian yang meliputi empat desa.
Untuk gempa bumi, tercatat terjadi di Kecamatan Sintang dan Kayan Hilir, antara lain di Kelurahan Ladang, serta desa Nyangkom, Mekar Mandiri, dan Nanga Tikan. Gempa terakhir terjadi pada 13 Maret 2026 dan menyebabkan kerusakan pada bangunan serta jembatan.
Melalui kegiatan ini, BPBD, kata dia berharap terjadi peningkatan pemahaman masyarakat terkait risiko gempa serta langkah mitigasi yang tepat, sehingga mampu mengurangi dampak bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan di masa mendatang.



